Bocah di Makassar Tewas Tenggelam di Pantai Masjid 99 Kubah, Ditemukan Tersangkut Batu
MAKASSAR, iNews.id - Bocah 10 tahun tewas tenggelam di Pantai Masjid 99 Kubah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/6/2026) malam. Korban bernama Muhammad Afid Al Imran ditemukan setelah sempat hilang saat berenang bersama teman dan saudaranya.
Korban ditemukan petugas penyelamat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar dalam kondisi tersangkut batu di kedalaman sekitar 1 hingga 2 meter. Proses pencarian berlangsung sekitar 30 menit sejak laporan diterima petugas.
Peristiwa ini bermula saat korban pamit dari rumah bersama saudara tiri dan seorang temannya. Kepada keluarga, mereka disebut hanya izin pergi berlari-lari di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
Namun, ketiganya ternyata berenang di pantai yang berada tepat di depan Masjid 99 Kubah Makassar. Mereka berenang tanpa pengawasan orang dewasa hingga korban akhirnya tenggelam.
Komandan Tim Reaksi Cepat Alpha BPBD Makassar, Alam Sila mengatakan, korban ditemukan tidak jauh dari titik awal warga melihat korban terakhir kali.
"Korban tersangkut di batu di kedalaman sekitar 1 sampai 2 meter. Setelah itu diangkat dan dievakuasi rekan-rekan BPBD bersama Damkar Makassar ke rumah duka," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Alam, informasi awal diperoleh dari saudara korban yang saat itu ikut berada di lokasi. Dari keterangan tersebut diketahui korban bersama dua anak lainnya berada di sekitar pantai untuk berenang.
"Jadi informasi dari saudaranya yang kebetulan sama-sama di sana berenang, mereka izinnya dari rumah itu pergi lari-lari di CPI. Ternyata mereka berenang di pantai tepat di depan Masjid Kubah 99," katanya.
Korban diketahui merupakan warga Jalan Kakatua 2, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Usianya masih 10 tahun.
Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan menurunkan peralatan pencarian. Korban akhirnya ditemukan tidak lama setelah tim tiba di lokasi.
"Sudah ditemukan. Jadi kami tiba 18.15 WITA, korban ditemukan sekitar 18.33 WITA," ucapnya.
Alam memastikan, dari hasil pemeriksaan awal, korban meninggal dunia akibat tenggelam.
"Murni tenggelam," katanya.
Jasad korban kemudian dievakuasi petugas ke rumah duka di kawasan Mariso. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.









