AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
TEHERAN, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Iran akan melanjutkan perundingan selama 60 hari setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai pada 19 Juni mendatang. Dalam negosiasi lanjutan tersebut, kedua negara akan membahas sejumlah isu krusial yang belum dimasukkan ke dalam MoU, termasuk program rudal, nuklir, serta hal lain.
Kesepakatan untuk menunda pembahasan isu-isu sensitif itu dilakukan demi mempercepat tercapainya perjanjian damai awal antara kedua negara. Naskah akhir MoU telah disepakati dan akan ditandatangani di Jenewa, Swiss.
Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip draf MoU, program rudal Iran menjadi salah satu isu penting yang sengaja tidak dicantumkan dalam kesepakatan awal.
"Diskusi tentang program rudal Iran dan dukungan untuk kelompok perlawanan telah dihapus secara definitif dari agenda," demikian laporan Mehr, dikutip Senin (15/6/2026).
Dokumen tersebut tidak menjelaskan secara spesifik kelompok perlawanan yang dimaksud. Namun, isu tersebut bersama program rudal dan nuklir Iran akan menjadi bagian dari negosiasi lanjutan setelah MoU ditandatangani.
Meski demikian, beberapa poin penting telah disepakati dalam MoU. Selain pengaturan terkait Selat Hormuz, perjanjian damai permanen AS-Iran tidak akan diteken sampai seluruh aset Iran di luar negeri yang dibekukan oleh AS mulai dicairkan.
AS akan mencairkan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS. Namun, setengah dari jumlah tersebut harus dikembalikan kepada Iran sebelum proses negosiasi lanjutan dimulai.
"Aset Iran senilai 24 miliar dolar AS harus dicairkan selama periode 60 hari negosiasi akhir. Setengah dari jumlah ini harus diberikan kepada Iran sebelum dimulainya negosiasi," demikian laporan Mehr.
Selain itu, AS juga akan mencabut sanksi terhadap sektor minyak Iran serta mengakhiri blokade maritim yang selama ini diberlakukan terhadap negara tersebut.
Naskah lengkap MoU hingga kini belum dipublikasikan. Namun sejumlah pejabat dari kedua negara telah membocorkan beberapa poin kesepakatan melalui media massa menjelang penandatanganan resmi pada 19 Juni.
Setelah MoU diteken, AS dan Iran akan memasuki fase negosiasi akhir selama 60 hari guna mencari titik temu terkait isu-isu strategis yang belum tercakup dalam kesepakatan awal, terutama program nuklir dan rudal Iran.









