Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS

Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS

Berita Utama | inews | Minggu, 7 Juni 2026 - 07:55
share

TEHERAN, iNews.id - Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Arab di kawasan agar tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka digunakan oleh Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan terhadap negaranya. Peringatan itu disampaikan menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas radar dan pengawasan pantai Iran di Sirik dan Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Sabtu (6/6/2026).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menegaskan, Teheran akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya. Iran juga menekankan bahwa mereka memiliki hak membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.

Selain itu, Iran menyerukan negara-negara di kawasan untuk mematuhi prinsip bertetangga yang baik serta tidak membiarkan wilayah mereka dipakai untuk merencanakan maupun melaksanakan tindakan permusuhan terhadap Iran. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Kemlu Iran mengutuk keras serangan udara AS terhadap fasilitas radar dan pengawasan pantai di wilayah Sirik serta Pulau Qeshm. Menurut Teheran, serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak 8 April lalu.

Iran juga menyebut tindakan AS sebagai agresi terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara. Fasilitas yang diserang disebut memiliki peran penting dalam menjaga perbatasan Iran sekaligus menjamin keamanan jalur pelayaran internasional.

Dalam pernyataannya, Kemlu Iran menilai serangan tersebut merupakan bagian dari tindakan permusuhan dan provokatif yang terus dilakukan AS. Washington juga dianggap mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Iran, pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata menunjukkan bahwa AS tidak memiliki komitmen untuk menurunkan ketegangan maupun memulihkan stabilitas kawasan. Karena itu, Teheran memperingatkan bahwa AS harus bertanggung jawab atas segala dampak yang timbul dari tindakannya, termasuk kemungkinan eskalasi lebih lanjut.

Kemlu Iran juga menyatakan bahwa militer negara itu telah melakukan respons dalam kerangka hak membela diri dan berhasil menggagalkan tujuan serangan yang dilakukan AS.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas gempuran Washington. Serangan tersebut merupakan aksi balasan kedua Iran terhadap Bahrain dan Kuwait dalam sepekan terakhir.

Sebelumnya, serangan Iran ke Kuwait menargetkan bandara serta kantor misi diplomatik. Serangan itu menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya.

Topik Menarik