5 dari 9 WNI Rombongan Global Sumud Flotilla 2.0 Ditangkap Israel
IDXChannel - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 ke Gaza, Palestina. Mereka terbagi dalam lima kapal dari 54 total kapal yang berlayar.
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyatakan, lima dari sembilan orang tersebut diculik tentara Zionis Israel. Hal tersebut berdasarkan informasi yang diterima GPCI per pukul 21.00 WIB, Senin (18/5/2026).
"5 delegasi diculik, 4 masih berlayar," kata Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy dalam keterangan tertulisnya.
Ia menyebutkan, mereka yang diculik ialah, Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalos Republika), â Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis iNewsTV, BeritJurnali) yang tergabung di Kapal Ozgurluk.
Kemudian, Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) di Kapal Josef dan Bambang Noroyono (jurnalis Republika) Kapal BoraLize.
Sementara itu yang masih berlayar, Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa) dan Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) di Kapal Zapyro serta Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso) dan Hendro Prasetyo (SMART 171) di Kapal Kasr-1.
GPCI menilai, penculikan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan ke Gaza yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan ancaman terhadap misi kemanusiaan.
"Nah apabila terjadi penculikan ini kepada
warga negara Indonesia ataupun juga kepada partisipan Global Sumut Flotilla kedua, tentu ini adalah ancaman kepada misi kemanusiaan secara keseluruhan. Dan tentunya kita mengecam keras terhadap upaya ataupun penghentian misi ini," kata Anggota Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha saar konferensi pers di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).
(kunthi fahmar sandy)










