Perkuat Swasembada Pangan, PT Berdikari Matangkan Proyek Hilirasi Ayam Terintegrasi
IDXChannel—Dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperkuat swasembada pangan nasional, Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Berdikari terus mematangkan Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan nasional sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/2026. Memasuki tahap implementasi konkret, PT Berdikari menurunkan tim ke lapangan untuk meninjau perkembangan proyek HAT di Malang, Jawa Timur.
Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, menyebut proyek HAT sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem peternakan nasional yang terintegrasi.
“Melalui proyek HAT, kami ingin memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas peternak rakyat dan memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional melalui ekosistem yang saling terhubung dari hulu hingga hilir,” ujar Maryadi dalam keterangannya, dikutip Minggu (17/5/2026).
Dalam peninjauan yang dilakukan bersama tim ahli, Hari Suhada guna memastikan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi berjalan optimal dalam memperkuat rantai pasok protein hewani nasional dari hulu hingga hilir.
Melalui proyek ini, Maryadi memastikan setiap aspek Feasibility Study (FS) dan site plan selaras dengan kondisi riil di lapangan agar implementasi program berjalan matang, terukur, dan sesuai kebutuhan industri.
Proyek HAT diharapkan mampu menjadi salah satu penopang utama penyediaan protein hewani nasional untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara merata, termasuk dalam pelaksanaan Program MBG.
Menurutnya, penguatan sektor perunggasan nasional memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan berbasis protein hewani, termasuk memastikan keberlanjutan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis.
Langkah tersebut juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan nasional melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2026.
Selain itu, Peraturan Menteri Pertanian No. 34/2025 dinilai memberikan arah sekaligus memastikan sektor pertanian dan peternakan nasional bergerak berdasarkan tata kelola yang tertib dengan standar usaha yang terukur.
Turut mengawal jalannya proyek, General Manager Corporate Secretary & SR PT Berdikari, AS. Hasbi Al-Islahi, memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan secara terarah dan optimal.
“PT Berdikari semakin serius memastikan setiap tahapan HAT berjalan optimal, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga implementasi di lapangan. Sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peternak rakyat dan swasembada pangan nasional,” ujar Hasbi.
Dengan ekosistem yang saling terhubung, proyek HAT diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri perunggasan nasional sekaligus menciptakan keberlanjutan penyediaan protein hewani bagi masyarakat Indonesia.
Selain mendukung peternak rakyat, proyek ini juga menjadi langkah strategis PT Berdikari dalam mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.
(Nadya Kurnia)










