Istana untuk Anak Sekolah, Siswa Taruna Nusantara Kunjungi Istana Dapat Pembekalan

Istana untuk Anak Sekolah, Siswa Taruna Nusantara Kunjungi Istana Dapat Pembekalan

Berita Utama | okezone | Kamis, 16 April 2026 - 15:54
share

JAKARTA - Langkah kaki para siswa SMA Taruna Nusantara dari kampus Magelang, Cimahi, dan Malang pada Kamis (16/4/2026) pagi ini terasa berbeda. Di bawah langit Jakarta yang cerah, mereka memasuki kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, tempat yang selama ini hanya mereka kenal dari buku sejarah dan layar televisi. 

Melalui program “Istana untuk Anak Sekolah” yang digagas Presiden Prabowo Subianto, para pelajar diajak merasakan langsung pusat pemerintahan, sekaligus mempelajari jejak panjang perjalanan bangsa. Di dalam kompleks istana, para siswa diajak berkeliling mengenal sejarah bangsa sekaligus memahami sistem pemerintahan Indonesia secara lebih dekat. 

Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga menyaksikan langsung ruang-ruang yang selama ini menjadi saksi pengambilan keputusan penting negara. Dari Istana Merdeka hingga Istana Negara, setiap sudut menghadirkan cerita tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian.

Di ruang-ruang inilah para pemimpin dunia disambut, perjanjian ditandatangani, dan arah masa depan bangsa dirumuskan. Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan, tapi menjelma menjadi jendela imajinasi tentang masa depan yang mungkin mereka raih.

Dalam sambutannya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan Presiden Prabowo meyakini kunci kemajuan bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusia dan pendidikan. Menteri Pras juga menekankan pentingnya kesadaran akan konsekuensi dalam meraih cita-cita. 

“Kau pengen kimia 10 nilainya atau 100 ya kau harus sadar, harus belajar, enggak bisa enggak belajar. Apapun kau mau masuk TNI, mau masuk Polri, ya kau harus sadar dengan konsekuensinya. Ya harus belajar, ya harus kuat Lari, kau pelajari itu syarat atau tesnya,” kata Prasetyo. 

Prasetyo menyampaikan, para siswa adalah generasi terpilih yang memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa. “Mulai hari ini sampai kita menghembuskan nafas yang terakhir camkanlah di dalam hatimu bahwa kau, kau memang terpilih dan dipilih untuk mengabdi kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia,” pesannya. 

 

Pengarahan yang tak kalah membekas datang dari Menteri Luar Negeri, Sugiono. Menlu mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap lingkungan dan menjauhi sikap apatis. 

“Jangan apatis, kenali lingkunganmu, kenali kanan kirimu. Kalau perlu kamu tahu berapa jumlah daun dalam pohon yang ada di depan gerbang. Sampai segitu hal-hal yang sifatnya detail,” kata Menlu.

Menutup rangkaian kegiatan, Menlu mengajak para siswa untuk berani bermimpi setinggi mungkin. Mereka didorong untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga menuliskannya sebagai komitmen pribadi. 

“Jadikan apa yang kalian dapatkan selama ada di lingkungan Istana Merdeka ini sebagai satu inspirasi buat kalian,” ucapnya. 

“Bermimpilah setinggi-tingginya jangan dibatasi, mumpung kalian mimpi silahkan. Karena segala sesuatu itu mulainya dari mimpi. Semua keberhasilan itu mulainya dari mimpi,” tandasnya. 

Topik Menarik