Beda Nasib BRMS-AMMN dan EMAS, ARCI, PSAB di Indeks Emas Global

Beda Nasib BRMS-AMMN dan EMAS, ARCI, PSAB di Indeks Emas Global

Berita Utama | idxchannel | Selasa, 17 Maret 2026 - 06:20
share

IDXChannel - Penyesuaian bobot indeks tambang emas global memicu pergeseran aliran dana pada sejumlah saham tambang emas Indonesia. Sebagian emiten diperkirakan menerima arus (inflow) masuk dana, sementara lainnya menghadapi potensi outflow.

Dalam rebalancing Market Vectors Index Solutions (MVIS) Global Junior Gold Miners Index, yang menjadi acuan VanEck Junior Gold Miners ETF (GDXJ), tiga emiten Indonesia resmi masuk dalam komposisi indeks.

Seperti dikutip Stockbit, Senin (16/3/2026), ketiga emiten tersebut adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Perubahan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 20 Maret 2026.

Berdasarkan estimasi CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI), EMAS berpotensi menerima inflow terbesar sekitar USD86 juta (sekitar Rp1,46 triliun) dengan bobot sekitar 0,73 persen.

ARCI diperkirakan memperoleh inflow sekitar USD12 juta (Rp203,8 miliar) dengan bobot 0,11 persen, sementara PSAB sekitar USD2 juta dengan bobot 0,02 persen.

Founder dan Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi, menilai, pada Senin (16/3/2026), masuknya saham-saham tersebut ke GDXJ turut mendorong respons positif di pasar.

Sebaliknya, penyesuaian bobot indeks juga menekan beberapa saham lain.

Potensi outflow muncul dari rebalancing MVIS Global Gold Miners Index, yang menjadi acuan VanEck Gold Miners ETF (GDX).

Dalam indeks tersebut, bobot PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun dari 0,65 persen menjadi 0,52 persen dengan estimasi outflow mencapai USD46 juta.

“Amman juga downweight,” kata Kartika.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tercatat mengalami penurunan bobot dari 0,77 persen menjadi 0,69 persen dengan potensi arus dana keluar sekitar USD26 juta.

Pergerakan pasar pada Senin (16/3) mencerminkan respons investor terhadap perubahan komposisi indeks tersebut.

Saham ARCI ditutup naik 5,30 persen ke Rp1.690 per unit, EMAS melonjak 17,86 persen ke Rp9.075 per unit, dan PSAB melesat 13,27 persen menjadi Rp555 per unit.

Sebaliknya, saham BRMS ditutup anjlok hingga auto rejection bawah (ARB) 15 persen, tepatnya 14,56 persen, ke Rp675 per saham, sementara AMMN ambles 8,89 persen ke Rp4.510 per saham.

Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, Senin (16/3), masuknya ketiga emiten di atas berpotensi meningkatkan visibilitas perusahaan di mata investor global.

“Sekaligus memperluas basis investor yang sebelumnya lebih didominasi oleh investor domestik,” tulis BRI Danareksa.

Selain itu, karena GDXJ menjadi acuan bagi sejumlah ETF global, masuknya ARCI, EMAS, dan PSAB juga berpotensi memicu arus dana pasif dari manajer investasi internasional.

Arus dana ini biasanya muncul ketika pengelola dana menyesuaikan portofolio mereka agar sejalan dengan komposisi indeks yang dijadikan benchmark.

MVIS dijadwalkan mengumumkan evaluasi konstituen berikutnya untuk indeks GDX pada 12 Juni 2026 dengan tanggal efektif 19 Juni 2026.

Sementara evaluasi berikutnya untuk GDXJ akan diumumkan pada 11 September 2026 dan berlaku efektif pada 18 September 2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik