Pemerintah Batasi Kunjungan Wisata ke TN Komodo, Kuota Hanya 1.000 Orang per Hari
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah resmi memberlakukan pembatasan kuota kunjungan wisatawan ke Taman Nasional (TN) Komodo per 1 April 2026. Hanya 1.000 orang yang diizinkan berkunjung dalam satu hari.
Menurut Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni pemberlakuan kuota maksimum kunjungan wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo merupakan hasil dari proses panjang yang terukur. Bahkan, inisiasi pembahasan kuota ini sudah berjalan sejak Mei 2025 melalui serangkaian diskusi kelompok terpumpun (FGD) bersama para pemangku kepentingan dan asosiasi pelaku usaha wisata di Labuan Bajo.
"Pembatasan kuota pengunjung telah diinisiasi sejak lama, jadi tidak tergesa-gesa. Bahkan telah dilaksanakan sejak Mei 2025 persiapannya," kata Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Kebijakan pembatasan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melestarikan ekosistem TN Komodo yang merupakan habitat satwa liar darat dan laut, sekaligus tempat tinggal bagi masyarakat lokal.
Pembatasan kuota ini secara spesifik hanya diberlakukan pada tiga destinasi utama serta titik-titik penyelaman di sekitarnya.
"Kami laporkan bahwa fokus pembatasan kuota pengunjung dilakukan hanya pada tiga destinasi wisata, yaitu di Pulau Padar, yang kedua di Pulau Rinca, dan ketiga Pulau Komodo, termasuk 23 lokasi penyelaman di sekitar pulau tersebut," lanjut Raja Juli.
Pemerintah menetapkan kuota maksimal kunjungan sebesar 1.000 orang per hari. Untuk mengatur alur wisatawan, kuota harian tersebut dibagi ke dalam tiga sesi waktu, yakni sesi I: pukul 05.00 – 08.00 WIB, sesi II: pukul 08.00 – 11.00 WIB dan sesi III: pukul 15.00 – 18.00 WIB.
"Sehingga jumlah kuota pengunjung per tahun akan mencapai 365.000 orang," ungkap dia.
Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Sigamengatakan, angka 1.000 orang per hari tersebut didasarkan pada kajian mendalam sejak 2018 bersama P3E Bali Nusra dan WWF.
Kajian tersebut menunjukkan daya tampung ideal kawasan adalah sekitar 366.108 pengunjung per tahun, angka yang lebih rendah dari total kunjungan tahun 2025 yang menembus 429.509 orang.










