Ini 4 Calon Pengganti setelah Khamenei Tewas di Tangan AS-Israel

Ini 4 Calon Pengganti setelah Khamenei Tewas di Tangan AS-Israel

Berita Utama | sindonews | Minggu, 1 Maret 2026 - 10:36
share

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel pada Sabtu pagi. Pada perang 12 hari antara Iran dan Israel Juni lalu, Khamenei sempat menyebutkan tiga kandidat yang dapat diangkat dengan cepat untuk menggantikannya.

Presiden AS Donald Trump dan media pemerintah Iran pada hari Minggu (1/3/2026) mengonfirmasi kematian Khamenei, sosok yang memerintah Iran selama hampir 37 tahun. Iran kini telah mengumumkan 40 hari masa berkabung resmi dan tujuh hari libur nasional untuk memperingati kematian Pemimpin Tertinggi tersebut.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal,” tulis Trump di Truth Social.

Baca Juga: Media Pemerintah Iran: Khamenei Mati Syahid setelah Diserang AS-Israel

“Dia tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan canggih kami dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan,” lanjut Trump.Pertanyaan terbesar yang muncul sekarang adalah—siapa yang akan menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya.

 

Khamenei (86), yang memimpin Iran sejak 1989, telah mempersiapkan diri untuk momen seperti ini. Pada Juni tahun lalu, ketika AS membantu Israel dalam perang 12 hari melawan Iran, dan ketika pemimpin tertinggi tersebut berada di tempat persembunyian, dia menyebutkan tiga kandidat yang dapat segera diangkat untuk menggantikannya.

Trump pada hari Sabtu mengatakan ada “beberapa kandidat yang baik” untuk memimpin Iran setelah dia mengumumkan pembunuhan Khamenei. Menurut laporan CNN, ketika Trump ditanya oleh seorang jurnalis siapa yang menurutnya dapat menggantikan Khamenei, Trump berkata, “Saya tahu persis siapa, tetapi saya tidak bisa memberi tahu Anda.”

Ketika ditanya apakah ada seseorang di Iran yang lebih disukainya untuk memimpin, Trump berkata, “Ya, saya rasa begitu. Ada beberapa kandidat yang baik.” Dia tidak berkomentar lebih lanjut tentang siapa yang ia maksud.

4 Calon Pengganti Khamenei

Menurut laporan New York Times, pemimpin tertinggi Iran haruslah seorang ulama dan cendekiawan Syiah senior yang ditunjuk oleh komite ulama yang dikenal sebagai Majelis Pakar.

Tiga kandidat yang disukai Khamenei, berdasarkan wawancara dengan enam pejabat senior Iran adalah: kepala peradilan, Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i; kepala staf Ayatollah Khamenei, Ali Asghar Hejazi; dan Hassan Khomeini, seorang ulama moderat dari faksi politik reformis yang merupakan cucu Ayatollah Khomeini. Selain ketiga sosok tersebut, ada satu lagi yang berpotensi menjadi pengganti Khamenei: Hashem Hosseini Bushehri—ulama senior dengan koneksi dekat ke lembaga-lembaga kunci yang terlibat dalam proses suksesi, khususnya Majelis Pakar,Sedankan Mojtaba, putra kedua Khamenei yang berusia 56 tahun, memiliki peluang tipis untuk jadi penerus ayahnya. Terlebih Khamenei pernah mengatakan kepada para pengikutnya bahwa dia tidak ingin jabatan diwariskan secara turun-temurun.

1. Alireza Arafi

Dia adalah ulama 67 tahun dan berpengalaman. Arafi merupakan rekan dekat Khamenei, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pakar. Dia juga pernah menjadi anggota Dewan Wali yang berpengaruh, badan yang bertanggung jawab untuk menyeleksi kandidat dalam pemilu dan meninjau undang-undang yang disahkan oleh Parlemen.

Dia juga memimpin sistem seminari Iran. Meskipun memiliki reputasi keagamaan yang kuat, dia tidak secara luas dianggap sebagai kekuatan politik utama dan tidak dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan lembaga keamanan.

2. Mohammad Mehdi Mirbagheri

Dia adalah seorang ulama garis keras berusia 60-an. Dia anggota Majelis Pakar, mewakili faksi paling konservatif dalam kalangan ulama.

Menurut IranWire, dia sangat menentang Barat dan berpendapat bahwa konflik antara orang beriman dan orang kafir tidak dapat dihindari. Saat ini dia memimpin Akademi Ilmu Pengetahuan Islam di kota suci Qom di Iran utara.

3. Hassan Khomeini

Dia adalah cucu dari pendiri Republik Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini. Tokoh berusian 50-an ini memiliki kedudukan religius dan kredibilitas revolusioner. Dia bertugas sebagai penjaga mausoleum Khomeini, tetapi belum pernah memegang jabatan publik dan tampaknya memiliki pengaruh yang terbatas di internal keamanan atau elite penguasa.

Dibandingkan dengan banyak rekan sejawatnya, dia dianggap kurang garis keras. Dia juga pernah disebut Khamenei sebagai salah satu calon penerusnya.

4. Hashem Hosseini Bushehri

Dia adalah seorang ulama senior berusia 60-an. Dia memiliki koneksi dekat ke lembaga-lembaga kunci yang terlibat dalam proses suksesi, khususnya Majelis Pakar, di mana dia menjabat sebagai wakil ketua pertama.

Dia dekat dengan Khamenei, mempertahankan sosok low-profile dan tidak diketahui memiliki hubungan yang kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Topik Menarik