Bandara Tersibuk di Dunia Rusak usai Iran Luncurkan Aksi Balasan, Ribuan Penumpang Terlantar
Bandara Internasional Dubai, pusat penerbangan tersibuk di dunia, mengalami kerusakan pada salah satu bangunan terminal utamanya akibat serangan balasan yang diluncurkan Iran, Sabtu (15/2). Insiden ini memicu gangguan masif pada lalu lintas penerbangan di kawasan Teluk Persia dengan ribuan penumpang terlantar dan sejumlah maskapai membatalkan seluruh jadwal penerbangan.
"Tim tanggap darurat langsung dikerahkan dan sedang mengelola situasi bekerja sama dengan otoritas terkait. Empat staf mengalami cedera dan segera mendapat perawatan medis. Berkat rencana kontingensi yang sudah ada, sebagian besar terminal sebelumnya telah dibersihkan dari penumpang," demikian pernyataan resmi Kantor Media Dubai dikutip dari The Sun, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga:Israel Klaim Khamenei Telah Tewas, Iran Nyatakan Masih Hidup dan Memimpin Medan Perang
Operator bandara mengonfirmasi, satu concourse di Dubai International mengalami kerusakan ringan dalam insiden yang dapat dikendalikan dengan cepat, serta menyebabkan empat karyawan mengalami luka-luka. Bandara yang biasanya melayani lebih dari 2.000 penerbangan harian oleh 100 maskapai ini terpaksa menghentikan seluruh operasional pada Sabtu sore, memicu kekacauan di area keberangkatan.
Bloomberg melaporkan, Emirates membatalkan seluruh penerbangan hingga pukul 03.00 waktu setempat pada Minggu, Qatar Airways menghentikan operasional hingga tengah malam, sementara Etihad Airways memperpanjang suspensi hingga Minggu siang. Ribuan penumpang terlihat memadati area check-in dan terminal, sementara gerbang pintar elektronik ditutup sehingga antrean panjang mengular di konter imigrasi.Gangguan tidak hanya terjadi di Dubai. Otoritas penerbangan sipil Kuwait menyatakan sebuah drone menghantam bandara negara tersebut, menyebabkan sejumlah luka ringan dan kerusakan terbatas pada bangunan penumpang. Sementara di Abu Dhabi, Bandara Internasional Zayed melaporkan satu korban jiwa warga negara Asia dan tujuh orang luka-luka akibat insiden serupa.
Kawasan Teluk Persia selama ini berfungsi sebagai penghubung global, mengaitkan berbagai titik di dunia dengan satu kali transit melalui bandara seperti Dubai, Doha, atau Abu Dhabi. Maskapai seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad membangun armada besar untuk mengalirkan penumpang melalui hub mereka, menjadikan Timur Tengah sebagai arteri vital bagi lalu lintas udara global.
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan asap memenuhi terminal bandara Dubai sementara puluhan penumpang dan staf terlihat dievakuasi. Banyak penumpang sempat berharap tetap dapat terbang, tetapi sekitar pukul 16.00 waktu setempat seluruh operasional dihentikan dan ribuan orang diminta meninggalkan bandara.
Baca Juga:Perang Iran vs AS dan Israel, Awas! Harga Minyak Bisa Sentuh USD100/Barel
Di bandara Doha yang melayani sekitar 1.000 penerbangan per hari, situasi serupa terjadi mengingatkan pada kondisi Juni tahun lalu ketika serangan Iran membuat 20.000 penumpang terlantar. Para wisatawan di Abu Dhabi menggambarkan mendengar serangkaian ledakan keras, sementara staf hotel membagikan es loli gratis untuk menenangkan tamu yang diinstruksikan tetap di dalam ruangan guna menghindari puing-puing rudal.
Serangan ini merupakan eskalasi lanjutan setelah AS melancarkan operasi Epic Fury dan Israel meluncurkan rudal ke Iran, yang kemudian dibalas Teheran. Iran sebelumnya memperingatkan bahwa mereka tidak memiliki garis merah menyusul serangan kilat tak terduga tersebut, yang berujung pada penutupan wilayah udara Iran dan Irak.
Otoritas penerbangan sipil di kawasan mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan rumor dan hanya mengandalkan sumber resmi terkait perkembangan situasi. Pembaruan lebih lanjut akan disampaikan secepatnya tersedia seiring upaya otoritas setempat memulihkan kondisi dan mengelola dampak dari eskalasi konflik terbaru di kawasan Timur Tengah.










