Pramono Akui Janji Kampanye Naikkan Insentif RT/RW dan Pemasangan CCTV Belum Terealisasi
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui masih ada janji kampanye yang belum bisa terealisasi dalam satu tahun kepemimpinannya. Pramono menyinggung janji kampanye terkait insentif RT/RW dan pemasangan CCTV.
"Yang belum (terealisasi) adalah yang saya janjikan pada waktu itu, insentif untuk RT/RW. Yang kedua, yang berkaitan dengan CCTV," ungkap Pramono di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Program menaikkan insentif RT/RW ini, kata Pramono, mandek lantaran dana bagi hasil (DBH) dipotong Rp15 triliun. Ia menyebutkan, hal ini membuat ruang fiskal APBD DKI Jakarta menjadi sempit.
Namun, Pramono akan tetap berusaha untuk menuntaskan janji kampanye. Ia menambahkan bahwa program ini akan dikaji untuk bisa direalisasikan.
"Karena kemarin dana kita kan DBH-nya (Dana Bagi Hasil) dipotong Rp15 triliun, ruang fiskalnya menjadi sempit. Saya tetap untuk menindaklanjuti itu dalam waktunya segera akan kita ini kan," tutur Pramono.
Sementara, ia juga mengakui belum bisa memenuhi janji kampanye soal pemasangan CCTV di seluruh RT/RW. Namun, program ini ditegaskannya akan tetap berjalan.
"Sehingga program itu akan kami lanjutkan, mudah-mudahan dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama sebenarnya untuk transportasi," tuturnya.
Sebagai informasi, janji pemasangan kamera pengawas (CCTV) di setiap RT dan RW menjadi salah satu program kampanye Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Pilkada 2024. Program ini ditujukan untuk memperkuat keamanan lingkungan berbasis komunitas serta membantu pencegahan dan pengungkapan tindak kriminal di tingkat permukiman.
Selain itu, Pramono menjanjikan kenaikan insentif bagi pengurus RT dan RW sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Peningkatan insentif tersebut diharapkan mampu mendorong kinerja serta kesejahteraan pengurus lingkungan di Jakarta.










