Erick Thohir Bantah Tuduhan Malaysia soal Ngadu ke FIFA: Maaf, Saya Kelasnya Enggak di Situ!

Erick Thohir Bantah Tuduhan Malaysia soal Ngadu ke FIFA: Maaf, Saya Kelasnya Enggak di Situ!

Berita Utama | okezone | Jum'at, 20 Februari 2026 - 20:26
share

JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membantah tuduhan media Malaysia soal aduan ke FIFA terkait dokumen palsu tujuh pemain naturalisasi. Ia merasa tidak ada gunanya mengintervensi negara lain.

“Tidak benar pastinya (tudingan media Malaysia),” tegas Erick kepada wartawan termasuk Okezone di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (20/2/2026). 

1. Tidak Ada Gunanya Intervensi

Erick dituduh menjadi pengadu dalam skandal naturalisasi Malaysia yang berujung sanksi FIFA terhadap FAM. Isu tersebut dilemparkan oleh salah satu media Malaysia, MYNewsHub.

Ternyata, laporan skandal naturalisasi pemain Malaysia sebenarnya diadukan oleh pihak Vietnam. Namun media tersebut justru mengklaim kalau ada campur tangan Erick yang ikut mengadukan ke FIFA. 

 

Mengenai hal itu, Erick kembali menegaskan dirinya dan juga Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun untuk ikut campur dalam urusan naturalisasi pemain Malaysia. Ia bahkan menegaskan mengurusi hal-hal semacam itu bukanlah levelnya.

"Tadi kan saya sudah bilang secara halus. Saya rasa, buat apa kami mengintervensi kemajuan negara lain, sedangkan kami membutuhkan kita bersaing antara negara Asia Tenggara ataupun tingkatannya kita dan negara-negara Asia," tutur Erick. 

"Jadi, saya minta maaf, kelasnya enggak di situ gitu,” tegasnya.

 

2. Terus Mendorong

Erick justru menyampaikan Indonesia saat ini terus mendorong agar persaingan dunia olahraga di Asia Tenggara itu bisa meningkat. Caranya dengan fokus meningkatkan perkembangan dan prestasi olahraga nasional, termasuk sepakbola, agar mampu bersaing dengan negara-negara di Eropa maupun Afrika.

"Justru kami mendorong, bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan di negara-negara tentu di Asia Tenggara dan Asia. Makanya kami sendiri bisa meningkatkan kualitas kami," kata pria yang juga Menpora RI itu.

"Karena kalau sepakbola tidak meningkat, ya tentu akan terus kalah dari Eropa ataupun Afrika.  Nah ini yang kalau lihat contoh, kita lihat nanti apakah negara-negara Asia sendiri di pertandingan ke depan sendiri sudah membangun peran yang lebih besar," pungkasnya.

Topik Menarik