Nasional |

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa malam lailatul qadar sudah mulai terlihat Ramadan 2026. Namun, dia berkelakar menyebut bahwa bagi Golkar lailatul qadar itu kalau kursi tambah.

Hal itu diungkapkan Bahlil saat memberi sambutan dalam acara peringatan Nuzulul Quran di Masjid Syajaratun Thayyibah DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026).

"Nah, ini insyaallah kalau orang yang selalu diberikan berkah, secercah harapan Lailatul Qadar sudah mulai turun. Tapi kalau bagi Partai Golkar, Lailatul Qadar itu kalau kursi tambah," ungkap Bahlil.

Baca juga: Deretan 28 Kombes Pol Masuk Daftar Mutasi Polri 27 Februari 2026

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan, Al Qu’ran memberikan prinsip keadilan sosial dalam kehidupan ekonomi. Hal itu terlihat dalam surat Al-Hasyr ayat 7 yang menerangkan, "Allah SWT menegaskan agar harta tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu."

"Prinsip ini mengandung pesan moral bahwa kekayaan dan sumber daya tidak boleh terkonsentrasi pada segelintir pihak, melainkan harus dikelola dan didistribusikan secara adil agar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat," terang Bahlil.

Kendati demikian, Bahlil berkata, Al Quran telah memerintahkan bahwa praktik monopoli ekonomi itu tidak boleh terjadi. "Jadi tidak hanya di konstitusi, tidak hanya tujuan dalam berbangsa dan bernegara, tidak hanya ada dalam Pancasila, tapi ternyata di Al-Quran juga memerintahkan bahwa kekayaan itu tidak boleh dimiliki oleh sekelompok orang," ucapnya.

Bahlil menuturkan, ketentuan itu selaras dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar '45. Baginya, klausul ini bukan hanya konstitusi, melainkan intisari dari apa yang ada dalam Al-Qur’an.

"Dengan demikian, nilai Al-Qur’an dan konstitusi kita sama-sama menegaskan pentingnya keadilan ekonomi agar pembangunan nasional tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tapi juga memastikan kesejahteraan yang dirasakan secara luas oleh seluruh rakyat Indonesia. Saya pikir ini juga sejalan dengan apa yang menjadi tujuan daripada partai politik," pungkasnya.Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis buka suara menanggapi kelakar Bahlil yang menyebut lailatul qadar itu kalau kursi tambah. Menurut Kiai Cholil, keyakinan dan agama itu jangan dibikin candaan.

“Sdh berkali2 saya sampaikan bahwa keyakinan dan agama itu jangan dibikin candaan. Krn pasti menimbulkan beragam tanggapan dan kontroversial, baik krn isi candaannya atau memang krn tak suka kpd yg sdg bercanda,” kata Kiai Cholil di akun X @cholilnafis dikutip Minggu (8/3/2026).

“Meski ini tdk penodaan agama tapi sepertinya ko’ tak enak didengar,” pungkas Kiai Cholil menjawab pertanyaan netizen yang memintanya menanggapi kelakar Bahlil tersebut.



Original Article


#nasional