Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng aktivis Rohani Islam (Rohis) dari berbagai daerah dalam gelaran Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 yang dibuka di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan karakter generasi muda melalui pendekatan yang disebut “Kurikulum Cinta”, yakni menanamkan nilai cinta Allah, Rasul, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, bangsa dan negara.
Baca juga: Kongres Rohis Nasional I Ditutup, Menag: Pemimpin Muda Harus Kuasai Ilmu
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Kamaruddin Amin dalam sambutannya mengatakan aktivis Rohis memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin masa depan yang harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral.
“Anak-anak Rohis harus berprestasi secara akademik sekaligus kuat secara karakter. Masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh kualitas diri generasi mudanya,” ujar Kamaruddin di hadapan ratusan peserta.Ia menjelaskan, nilai dasar dalam Kurikulum Cinta sejalan dengan praktik pendidikan moral di sejumlah negara maju, seperti Jepang. Sistem pendidikan di negara tersebut menekankan pembentukan karakter melalui tiga prinsip utama yaitu mencintai diri sendiri dengan disiplin dan kerja keras, mencintai sesama melalui kepedulian sosial, serta mencintai lingkungan.
Baca juga: Musim Kemarau Diprediksi Mulai April 2026, BMKG: Bakal Lebih Panjang!
“Aset paling berharga yang dimiliki seseorang adalah kualitas dirinya. Fokuslah membangun kualitas itu sejak sekarang,” katanya.
Menurut Kamaruddin, pertemuan para aktivis Rohis dari berbagai daerah dalam kegiatan ini juga menjadi ruang membangun jejaring kepemimpinan masa depan.“Pertemuan di MAJT ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini awal dari jaringan kepemimpinan nasional yang mungkin 10 sampai 15 tahun ke depan akan memainkan peran penting di berbagai bidang,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama M. Munir menambahkan kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia yang bertemakan "Ramadan Penuh Cinta" ini bertujuan membentuk profil pelajar yang moderat (wassathiyah), sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda terhadap paham ekstremisme di lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun generasi Rohis yang moderat, berprestasi, dan mampu menjadi teladan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Grand Opening Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 dilanjutkan dengan melaunching wakaf rohis Indonesia sebagai sub ekosistem wakaf Pendidikan Indonesia yang digerakkan bukan sekedar literasi namun wujud kepedulian Rohis terhadap pendidikan di Indonesia.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagai bagian dari implementasi ekoteologi, pesantren ramadan juga melakukan penanaman pohon di wilayah MAJT yang dipimpin langsung oleh Sekjen Kemenag.
Ketua Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap MAJT dapat menjadi ruang pembinaan spiritual bagi generasi muda.
Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 berlangsung pada 4 - 7 Maret 2026 dengan berbagai kegiatan pembinaan, seperti kajian keislaman, penguatan moderasi beragama, literasi ekonomi syariah bekerja sama dengan Bank Indonesia, serta kegiatan kepedulian lingkungan bagi para peserta.