Duduk bersama tanpa sekat, Laurensius Tampubolon mendengarkan langsung suara warga Jalan Sona, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kegiatan reses yang berlangsung kemarin itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan sekaligus harapan.
Berbagai persoalan yang disampaikan warga mulai dari persoalan infrastruktur hingga kebutuhan sosial masyarakat. “Reses ini bukan sekadar kewajiban, tetapi kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung suara masyarakat. Tanpa masukan masyarakat, kami di DPRD tidak akan tahu apa yang benar-benar dibutuhkan di lapangan,” ungkap Laurensius Tampubolon, Selasa (10/2/2026).
Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis ini memaparkan sejumlah program yang telah direalisasikan di Kecamatan Pinggir. Meliputi pengerjaan empat parit, semenisasi dua ruas jalan, pembangunan pagar SD Pelopor, serta bantuan pembangunan dua gereja.
Baca juga: Rintis Program Pemberdayaan UMKM, Perindo DKI: Kokohnya Ekonomi Rakyat Pasti Ekonomi Negara Baik
Laurensius pun menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi ke depan. Salah satunya terkait pemotongan anggaran pada 2026. “Pelaksanaan program pembangunan harus dilakukan berdasarkan skala prioritas,” katanya.
Meski begitu, legislator Partai Perindo yang duduk di Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis ini menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat.
Pada sesi penyerapan aspirasi, warga menyampaikan berbagai usulan. Di antaranya normalisasi parit yang kerap meluap saat hujan, bantuan bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap, serta perbaikan dan semenisasi jalan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar.
Seluruh aspirasi tersebut dicatat dan ditanggapi langsung oleh Laurensius, disertai penjelasan mengenai mekanisme pengusulan serta peluang realisasinya. Kegiatan reses ditutup dengan doa dan foto bersama, meninggalkan harapan agar suara warga Jalan Sona tidak berhenti sebagai catatan, melainkan berlanjut menjadi kerja nyata demi pembangunan yang lebih merata.