Nasional |

SUBANG, iNews.id – Sebanyak 3.500 rumah yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, hingga Senin (26/1/2026) malam masih terendam banjir. Kondisi ini memaksa ratusan warga mengungsi.

Titik banjir terparah dilaporkan berada di Desa Muara, Kecamatan Blanakan, serta Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan. Meski debit air mulai menunjukkan tren menurun dibandingkan Selasa siang, ketinggian air di permukiman masih bervariasi antara 50 sentimeter hingga satu meter.

Keterbatasan tempat pengungsian membuat sedikitnya 141 jiwa memilih untuk bermalam di bawah jembatan layang (fly over). Tanpa dinding pelindung, warga terpaksa tidur beralaskan seadanya sembari menahan terpaan angin malam yang kencang dan suhu udara yang dingin.

"Tidak ada pilihan lain, rumah masih terendam dalam sekali. Di sini (bawah fly over) yang penting bisa istirahat dulu, meski kalau malam dingin sekali terkena angin," ujar Ucu, salah seorang warga terdampak.

Eti, pengungsi lainnya, mengutarakan kekhawatirannya akan kesehatan anak-anak dan lansia yang turut mengungsi di lokasi tersebut. Menurutnya, risiko jatuh sakit akibat cuaca terbuka sangat besar jika banjir tidak kunjung surut.

Hingga saat ini, para pengungsi sangat mengharapkan uluran tangan dari pemerintah maupun donatur. Kebutuhan mendesak yang diperlukan warga saat ini bukanlah sekadar makanan, melainkan perlengkapan untuk menjaga suhu tubuh di lokasi pengungsian yang terbuka.

Warga sangat berharap adanya bantuan berupa selimut, minyak kayu putih atau balsem., obat-obatan ringan dan suplemen kesehatan, serta tikar atau alas tidur yang layak. 

Petugas BPBD setempat masih terus bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan debit air dan mendistribusikan bantuan logistik secara bertahap ke titik-titik pengungsian.



Original Article


#jabar