Kabar 108 Orang Hilang akibat Longsor Cisarua Bandung Barat, Ini Faktanya

Kabar 108 Orang Hilang akibat Longsor Cisarua Bandung Barat, Ini Faktanya

Nasional | inews | Selasa, 27 Januari 2026 - 16:16
share

BANDUNG, iNews.id - Polda Jawa Barat meluruskan kabar 108 orang hilang akibat longsor di Kampung Babakan RT 05 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Informasi tersebut sempat beredar luas di masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran.

Polda Jabar menegaskan angka tersebut tidak menggambarkan jumlah korban hilang akibat bencana longsor. Hal ini disampaikan Kepala Biro Operasi Polda Jabar Kombes Pol La Ode Aries El Fathar.

Dia menjelaskan, angka 108 merujuk pada jumlah warga yang mendatangi pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk pendataan antemortem.

"Satu korban dapat diwakili oleh dua hingga tiga orang keluarga yang datang melapor. Oleh karena itu, jumlah pelapor tidak bisa dijadikan acuan jumlah korban hilang," ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Dia menambahkan, polisi tetap menerima laporan masyarakat meskipun pelapor tidak membawa dokumen kependudukan seperti KTP atau Kartu Keluarga.

Areis menyampaikan, sejak hari pertama kejadian hingga Senin pukul 18.30 WIB, tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 20 kantong jenazah. Saat ini, terdapat 38 kantong jenazah yang berada di Puskesmas. Dari jumlah tersebut, 18 kantong jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polri.

"Proses identifikasi masih terus berjalan dan akan dilanjutkan kembali besok," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Bandung Ade Dian Permana menyampaikan, tim SAR masih melanjutkan pencarian terhadap puluhan warga yang diduga tertimbun material longsor.

"Jadi, total temuan pada hari pertama sampai hari ketiga itu 38 kantong jenazah," kata Ade.

Dia menegaskan, data korban hilang bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan di lapangan. Jumlah tersebut memungkinkan bertambah maupun berkurang.

Ade juga menjelaskan, hingga kini pihaknya masih menggunakan istilah evakuasi kantong jenazah. Hal ini karena tidak seluruh jenazah ditemukan dalam kondisi utuh sehingga memerlukan proses identifikasi lanjutan untuk memastikan identitas korban dan menghindari data ganda.

Topik Menarik