JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Inggris untuk bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer serta Raja Charles III.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dijadwalkan menandatangani sejumlah kerja sama strategis, mulai dari produksi kapal nelayan hingga konservasi gajah.
“Berkenaan dengan agenda Bapak Presiden, kemarin sekitar pukul 13.20 WIB beliau bertolak ke Inggris untuk menghadiri pertemuan dengan Raja Charles III dan Perdana Menteri Inggris. Sebetulnya, sesuai rencana awal, pertemuan ini akan berlangsung pada Desember tahun lalu, namun karena sesuatu hal, jadwalnya mundur ke Januari,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1/2025).
Prasetyo membeberkan, salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah kerja sama di sektor maritim, khususnya pembangunan kapal tangkap ikan bagi nelayan Indonesia.
“Beberapa agenda yang menjadi pokok pembahasan Bapak Presiden dalam lawatan kali ini, pertama berkenaan dengan penandatanganan Maritime Partnership, yakni kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan bagi nelayan kita,” ujarnya.
Selain sektor maritim, Prasetyo menyampaikan bahwa pertemuan Prabowo dengan pemerintah Inggris dan Raja Charles III juga akan membahas agenda konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh. Ia mengingatkan bahwa Presiden sebelumnya telah menyerahkan konsesi hutan untuk kepentingan konservasi satwa.
“Kemudian yang kedua, juga ada agenda pembicaraan mengenai rencana konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh. Sebagaimana Saudara-saudara ketahui, sekitar delapan bulan lalu, Bapak Presiden secara pribadi telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah, atas kerja sama dengan Raja Charles,” ujar Pras.
Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga membawa agenda penjajakan kerja sama pendidikan dengan sejumlah universitas ternama di Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama tersebut diarahkan pada pembukaan kampus-kampus baru di Indonesia.
“Dalam rangka mengejar ketertinggalan kita di beberapa bidang, di antaranya teknologi, ilmu pengetahuan, dan kedokteran, itulah beberapa agenda Bapak Presiden selama kurang lebih dua hari berada di Inggris,” pungkasnya.