Tren Baru Bleisure, Meeting Sambil Healing di Bali
BALI, iNews.id – Perjalanan dinas kini tak lagi identik dengan jadwal rapat yang padat dari pagi hingga malam. Di kalangan perusahaan, muncul tren baru yang menggabungkan urusan bisnis dengan pengalaman berlibur atau yang dikenal sebagai bleisure (business and leisure).
Menariknya, Bali menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dilirik karena mampu menawarkan keduanya dalam satu perjalanan.
Konsep ini memungkinkan peserta rapat, konferensi, maupun perjalanan insentif menikmati suasana liburan tanpa harus memperpanjang masa tinggal. Seusai mengikuti agenda formal, mereka bisa langsung menikmati matahari terbenam di tepi pantai, bersantai di spa, mencicipi kuliner khas, hingga mengeksplorasi budaya lokal.
Fenomena tersebut turut mendorong pelaku industri perhotelan menghadirkan kawasan terpadu yang menggabungkan ruang pertemuan, akomodasi, restoran, hingga fasilitas rekreasi dalam satu lokasi. Tujuannya sederhana, memberikan pengalaman yang lebih praktis sekaligus berkesan bagi para tamu bisnis.
Salah satu kawasan yang menangkap perubahan tren tersebut adalah AYANA Bali di Jimbaran. Resort ini baru saja memperluas fasilitas MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition) dengan menghadirkan Grand Ballroom baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada September 2026.
General Manager AYANA Bali, Giordano Faggioli, mengatakan perubahan kebutuhan penyelenggara acara menjadi alasan utama pengembangan fasilitas tersebut. Menurut dia, kini perusahaan tidak lagi sekadar mencari ruang rapat berkapasitas besar, tetapi juga pengalaman yang menyatu dengan destinasi wisata.
"Kami melihat semakin banyak penyelenggara acara yang mencari lebih dari sekadar venue. Mereka ingin menciptakan pengalaman yang menyatukan produktivitas, relaksasi, dan koneksi antarpeserta dalam satu destinasi. Grand Ballroom terbaru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat posisi kami sebagai destinasi event terpadu," ujar Giordano dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Bekerja Tanpa Kehilangan Nuansa Liburan
Konsep bleisure terus berkembang seiring berubahnya cara perusahaan memandang perjalanan bisnis. Jika dulu peserta konferensi harus berpindah-pindah lokasi dari hotel ke ruang rapat, lalu menuju restoran atau tempat hiburan, kini semuanya diharapkan dapat dilakukan dalam satu kawasan.
Model seperti ini dinilai lebih efisien karena menghemat waktu perjalanan, memudahkan koordinasi, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi peserta.
Di Bali, peserta konferensi dapat berpindah dari ruang pertemuan menuju area terbuka yang menghadap laut hanya dalam hitungan menit. Agenda formal pada siang hari bisa berlanjut menjadi sesi networking saat matahari terbenam, makan malam, hingga hiburan malam tanpa perlu meninggalkan kawasan resort.
Selain ruang pertemuan, kawasan tersebut juga menawarkan beragam fasilitas penunjang, mulai dari puluhan pilihan restoran, kolam renang, spa, hingga aktivitas rekreasi yang dapat dinikmati setelah agenda bisnis selesai.
Bali Kian Dilirik untuk Event Internasional
Bukan tanpa alasan Bali semakin sering dipilih sebagai lokasi konferensi maupun perjalanan insentif perusahaan. Selain memiliki akses penerbangan internasional yang baik, Pulau Dewata juga menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di kota-kota bisnis lain di kawasan Asia.
Pemandangan alam, kekayaan budaya, hingga keramahan masyarakat menjadi nilai tambah yang membuat agenda bisnis terasa lebih santai sekaligus berkesan.
Giordano menilai, penyelenggara acara kini juga semakin mempertimbangkan kemudahan mobilitas selama kegiatan berlangsung.
"Dengan seluruh fasilitas yang saling terhubung dalam satu kawasan, penyelenggara dapat menjalankan berbagai format acara secara lebih efisien. Peserta juga dapat menikmati pengalaman yang lebih nyaman tanpa harus berpindah ke berbagai lokasi," katanya.
Perubahan tren wisata korporasi menunjukkan bahwa perjalanan bisnis kini tidak lagi hanya mengejar produktivitas. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan momen tersebut untuk membangun hubungan antarkaryawan, meningkatkan semangat tim, hingga memberikan pengalaman yang lebih bermakna kepada peserta.
Konsep inilah yang membuat batas antara perjalanan kerja dan liburan semakin tipis. Pagi hari peserta dapat mengikuti presentasi atau diskusi bisnis, sementara sore hingga malam mereka menikmati panorama laut, kuliner, maupun aktivitas relaksasi khas Bali.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi konsep meeting sambil healing, Bali diperkirakan akan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata korporasi terdepan di Asia, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena mampu menghadirkan pengalaman bisnis yang terasa seperti liburan.


