Nikah hingga Honeymoon di Satu Tempat Jadi Pilihan Pasangan Muda, Ini Alasannya!
BALI, iNews.id – Konsep pernikahan terus mengalami perubahan. Jika dulu pesta resepsi menjadi puncak perayaan, kini semakin banyak pasangan muda memilih menikmati momen pernikahan lebih lama dengan menggabungkan akad atau resepsi, staycation, hingga bulan madu di satu lokasi yang sama.
Tren ini berkembang seiring meningkatnya minat terhadap destination wedding dan intimate wedding, di mana pasangan tidak hanya ingin menggelar pesta, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih personal bersama keluarga dan sahabat terdekat.
Alih-alih terburu-buru meninggalkan lokasi usai resepsi, pasangan kini memilih menghabiskan waktu beberapa hari bersama orang-orang tercinta sebelum menikmati momen berdua sebagai suami istri. Konsep tersebut dinilai memberi ruang bagi pengantin untuk benar-benar menikmati setiap tahap perayaan tanpa harus berpindah-pindah tempat.
Director of Marketing Nakula, Marcello Franchi, menjelaskan bahwa pernikahan saat ini tidak lagi dipandang sebagai acara selesai ketika pesta berakhir.
"Perayaan pernikahan yang paling berkesan tidak berakhir ketika resepsi usai. Justru di sanalah babak baru dimulai, melalui pagi yang tenang, sarapan bersama, kebersamaan dengan orang-orang terkasih, dan momen pertama memulai kehidupan sebagai pasangan suami istri," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).
Menurut Marcello, konsep tersebut membuat pengalaman menginap menjadi bagian penting dari sebuah pernikahan. Dengan demikian, pasangan dapat menikmati suasana yang lebih santai bersama keluarga sebelum memasuki fase bulan madu.
"Setiap perayaan dirancang untuk menjadi awal yang sempurna bagi perjalanan baru bersama," katanya.
Bali menjadi salah satu destinasi yang dinilai paling mendukung tren tersebut. Selain memiliki panorama alam yang beragam, mulai dari pantai, tebing hingga hamparan sawah, Pulau Dewata juga menawarkan banyak vila privat yang memungkinkan seluruh rangkaian acara berlangsung dalam satu lokasi.
Salah satu yang menarik perhatian adalah The Tulou di kawasan Uluwatu. Vila yang berdiri di atas tebing Teluk Jimbaran ini menawarkan panorama Samudra Hindia sebagai latar prosesi pemberkatan maupun resepsi saat matahari terbenam. Dengan kapasitas hingga ratusan tamu, area rooftop, infinity pool, dan ruang terbuka yang luas, vila ini juga memungkinkan keluarga tetap berkumpul selama beberapa hari setelah acara selesai.
Pilihan lain hadir di kawasan Canggu melalui Arita Villa yang mengusung desain Jepang modern berpadu nuansa tropis. Arsitektur minimalis dan taman luas membuat suasana pernikahan terasa lebih intim tanpa meninggalkan kesan elegan.
Sementara itu, bagi pasangan yang menginginkan suasana taman tropis, tersedia sejumlah vila seperti Villa Tirtadari dan Villa Amita di Kerobokan. Keduanya menawarkan ruang terbuka yang cocok untuk resepsi hingga makan malam keluarga dalam suasana yang lebih santai.
Nuansa alam khas Bali juga bisa ditemukan di Villa Umah Daun, Umalas. Dikelilingi taman tropis dan hamparan sawah, vila ini menjadi pilihan bagi pasangan yang menginginkan suasana romantis dengan sentuhan arsitektur tradisional Bali.
Adapun di kawasan Jimbaran, Villa Uma Nina menghadirkan konsep ruang terbuka lengkap dengan taman rindang, kolam renang, dan bale tradisional yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi upacara maupun resepsi berkonsep outdoor.
Meningkatnya minat terhadap konsep ini menunjukkan bahwa bagi banyak pasangan muda, makna sebuah pernikahan kini tak lagi hanya diukur dari kemeriahan pesta. Pengalaman berbagi waktu bersama keluarga, menikmati suasana liburan, sekaligus memulai bulan madu tanpa harus berpindah tempat menjadi nilai yang semakin dicari dalam merayakan hari istimewa mereka.


