Pengembangan Destinasi Wisata Budaya di Indonesia Perlu Kerjasama Lintas Sektor
JAKARTA – Upaya pengembangan sektor pariwisata nasional terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk antara industri jasa keuangan dan pengelola destinasi wisata. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bank Tabungan Negara dan InJourney Destination Management di kawasan Candi Prambanan.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata, khususnya di destinasi berbasis budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.
"Kemajuan pariwisata menjadi indikator penting kemajuan sebuah negara. Karena itu, Indonesia menempatkan pengembangan industri pariwisata sebagai prioritas utama," ungkap Nixon.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor pariwisata juga dilakukan melalui berbagai kegiatan budaya di sejumlah destinasi, yang turut melibatkan pelaku ekonomi kreatif seperti seniman dan UMKM.
"Pariwisata dan budaya adalah katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen BTN dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi lokal, termasuk seniman dan UMKM," jelasnya.
Selain itu, pengembangan layanan berbasis digital menjadi salah satu fokus untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Sistem transaksi yang lebih modern dinilai dapat mempermudah pengunjung dalam mengakses berbagai layanan di kawasan wisata.
Destinasi seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Taman Mini Indonesia Indah memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, seiring tingginya minat kunjungan wisatawan.
Pariwisata Indonesia
Pengembangan pariwisata juga mencakup dukungan terhadap infrastruktur, mulai dari fasilitas akomodasi, transportasi, hingga penguatan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
"Harapannya, kolaborasi ini mampu mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan memperkuat industri pariwisata nasional secara berkelanjutan," terang Nixon.
Sementara itu, Direktur Utama IDM Febrina Intan menilai kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar sektor dalam mengembangkan destinasi wisata.
"Ini merupakan wujud orkestrasi antar-BUMN untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia, sekaligus membangun ekosistem pengalaman yang utuh dan bermakna," jelas Febrina.
Berbagai program berbasis budaya dan event publik terus dikembangkan di sejumlah destinasi, mulai dari pertunjukan seni hingga festival yang menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Ke depan, penguatan promosi, inovasi kegiatan, serta peningkatan kualitas pengalaman wisata diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitar destinasi.





