Chandra Asri (TPIA) Targetkan Pabrik Petrokimia di Cilegon Beroperasi Semester II 2027

Chandra Asri (TPIA) Targetkan Pabrik Petrokimia di Cilegon Beroperasi Semester II 2027

Terkini | idxchannel | Senin, 2 November 2026 - 20:14
share

IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat progres pembangunan pabrik kimia Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, telah mencapai sekitar 85 persen hingga November 2026. Proyek dengan nilai investasi Rp15 triliun tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada semester II 2027.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Pacific Tbk Suryandi mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat fundamental industri nasional melalui penyediaan bahan baku kimia dasar di dalam negeri.

"Kenapa Chandra Asri Alkali dibangun? Adalah agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hasil produksi dari Chandra Asri Alkali adalah untuk memenuhi kebutuhan produk kimia hilir di Indonesia, yang sampai saat ini pun masih net impor," ujar Suryandi dalam Diskusi di Jakarta bersama Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Melalui fasilitas tersebut, Chandra Asri menargetkan kapasitas produksi caustic soda mencapai 400.000 ton per tahun dan ethylene dichloride (EDC) sebesar 500.000 ton per tahun.

Produksi caustic soda di dalam negeri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor. Sementara itu, EDC akan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri polyvinyl chloride (PVC), yang banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi, termasuk pembuatan pipa. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produksi EDC juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar ekspor.

Dari sisi ekonomi, proyek CA-EDC diproyeksikan memberikan dampak ekonomi sekitar Rp10 triliun per tahun. Berdasarkan kajian DDTC, proyek ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp35 triliun hingga Rp45 triliun selama periode 2027-2040.

Proyek tersebut juga diperkirakan menghasilkan potensi substitusi impor sebesar Rp43,7 triliun dan kontribusi devisa mencapai Rp65,5 triliun dalam periode yang sama.

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group Chrysanthi Tarigan mengatakan, pengembangan fasilitas CA-EDC tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

"Ini tidak hanya berkontribusi bagi sumber pertumbuhan baru bagi Chandra Asri, tapi juga bagi Indonesia," ujar Chrysanthi.

Selama tahap konstruksi, proyek CA-EDC telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja. Setelah fasilitas beroperasi, perusahaan memperkirakan akan ada tambahan kebutuhan sekitar 250 tenaga kerja untuk mendukung kegiatan operasional. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan berpotensi menyerap hingga 6.000 tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam pengembangannya, proyek CA-EDC juga menjalin kemitraan strategis dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dan Indonesia Investment Authority (INA). Proyek ini turut tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 sebagai Proyek Strategis Nasional.

Pengembangan fasilitas CA-EDC menjadi bagian dari transformasi Chandra Asri Group dalam memperkuat tiga pilar bisnis terintegrasi, yakni Energi dan Kimia, Infrastruktur, serta Solusi Mobilitas.

Melalui pengembangan kapasitas produksi dan integrasi bisnis tersebut, Chandra Asri berharap dapat memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku bagi industri hilir nasional.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik