Kecelakaan Truk Molen Tewaskan 6 Orang di Bekasi, Kemenhub: 6 Tahun Tak Uji KIR
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap truk molen yang menabrak kerumunan warga di Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi, Jawa Barat, hingga menewaskan enam orang ternyata tidak menjalani uji kelayakan kendaraan atau uji KIR selama enam tahun.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menuturkan, temuan tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan pada, Minggu (1/11/2026) sore.
"Berdasarkan hasil pengecekan Ditjen Perhubungan Darat, truk molen yang terlibat kecelakaan tidak melakukan uji berkala kendaraan atau uji kir selama 6 tahun," ujar Aan dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kemenhub telah memanggil perusahaan pemilik kendaraan untuk dimintai klarifikasi. Pemanggilan itu juga bertujuan memberikan pembinaan terkait kewajiban uji berkala kendaraan dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kepolisian, dan Dinas Perhubungan setempat masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
Berdasarkan kronologi sementara, truk bernomor polisi B 9548 MV melaju dari arah timur menuju barat. Kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali hingga menabrak kerumunan warga yang berada di sisi kiri jalan.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan turut prihatin dan berduka cita atas kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu kendaraan truk molen bermuatan semen di Jalan Cut Mutia, Bekasi, Jawa Barat pada hari Minggu (1/11)," tuturnya.
Akibat kecelakaan tersebut, 12 orang menjadi korban. Enam orang tewas, sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka. Para korban terdiri atas laki-laki, perempuan, hingga anak-anak.
Seluruh korban tewas dievakuasi ke dua rumah sakit. Satu korban dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang dan lima lainnya ke RSUD Kota Bekasi.
Sementara itu, enam korban luka mendapatkan perawatan medis. Empat orang dirawat di RS Juwita dan dua lainnya di RS Siloam Rawa Panjang.
Polisi telah menahan sopir truk molen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk dugaan gangguan pada sistem pengereman kendaraan.









