Cerita Pramono Ditanya Wali Kota New York Zohran Mamdani soal Transportasi: Kesempatan Buat Sombong
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung menceritakan pengalamannya ketika diundang Wali Kota New York Zohran Mamdani pada pada 19-21 September 2026. Undangan tersebut dalam rangka menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 di New York.
Ketika bertemu langsung Mamdani, Pramono mengira dirinya yang akan lebih dulu mengajukan pertanyaan. Namun sebaliknya, justru Mamdani yang lebih dulu menanyakan kepadanya mengenai pengaturan transportasi di Jakarta.
"Ketika saya diundang Wali Kota Mamdani, saya pikir saya yang akan ditanya, begitu duduk dia tanya duluan, 'kenapa Jakarta yang penduduknya 11 juta dibandingkan dengan New York yang penduduknya 8,4 juta, tetapi transportasi di Jakarta lebih baik daripada di New York?'. Karena kita nomor 17 dunia," kata Pramono di Jakarta Convention Center, Sabtu (10/10/2026).
Momen tersebut membuat Pramono percaya diri menjelaskan pengelolaan transportasi di Jakarta kepada Mamdani.
"Di situ saya langsung, waduh, ini kesempatan gue untuk sombong sama Mamdani," ucapnya.
Dia menjelaskan, sebagai upaya mengurangi kemacetan di Jakarta, pihaknya mendorong warga agar beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Sebab sejak era kepemimpinannya, Pramono meluncurkan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota penyangga.
"Saya jelaskan banyak hal, tapi kata kuncinya adalah bagaimana mengubah orang dari yang selama ini menggunakan fasilitas pribadi, kendaraan pribadi, mau bersedia naik transportasi umum," kata dia.
"Maka sekarang ini kan ada Transjabodetabek dari Jakarta ke Blok M, dari Bekasi ke Blok M, dari Tangerang Selatan ke Blok M, bahkan sekarang orang ngomong, kalau perlu dari Blok M ke Bali, dari Blok M ke Bandung dan sebagainya," imbuhnya.
Baginya kemacetan di Jakarta tidak akan selesai bila penanganannya difokuskan hanya di Jakarta. Sebab setiap pagi dan sore hari Jakarta kedatangan jutaan orang dari wilayah penyangga.
"Karena persoalan kemacetan di Jakarta ini ketika pagi hari ada kurang lebih 3,5 sampai 4 juta orang datang masuk ke Jakarta, sore hari kembali ke kediamannya masing-masing," ucap Pramono.








