Prabowo Bawa 3 Pesan Utama RI di KTT BRICS: Mandiri, Bersatu, dan Tata Kelola Dunia Lebih Adil

Prabowo Bawa 3 Pesan Utama RI di KTT BRICS: Mandiri, Bersatu, dan Tata Kelola Dunia Lebih Adil

Terkini | inews | Senin, 14 September 2026 - 06:48
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama Indonesia dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026. Tiga pesan tersebut mencakup penguatan kemandirian dan ketahanan nasional, persatuan negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama BRICS untuk mewujudkan tata kelola global yang lebih adil.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan tiga pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”.

Dalam forum tersebut, Indonesia membawa visi memperkuat tata kelola global yang inklusif sekaligus menyatukan suara negara-negara berkembang untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depan bersama.

1. Kemandirian dan Ketahanan Nasional

Pesan pertama Prabowo berkaitan dengan pentingnya membangun kemandirian dan ketahanan nasional. Menurut Prabowo, kekuatan sebuah negara harus dimulai dari kemampuan memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya—pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Teddy.

Kemandirian tersebut menjadi fondasi bagi Indonesia dalam menentukan arah pembangunan dan kepentingan nasional secara mandiri. Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan tidak hanya menyangkut kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi modal Indonesia untuk berdiri sejajar dan meningkatkan perannya di tingkat global.

2. Persatuan Negara Global South

Pesan kedua Prabowo menekankan pentingnya memperkuat persatuan negara-negara Global South. Kepala Negara mengangkat pepatah Indonesia sebagai pengingat mengenai kekuatan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Teddy.

Semangat Konferensi Asia-Afrika kembali relevan seiring meningkatnya posisi negara-negara berkembang dalam perekonomian dan geopolitik dunia. Persatuan dinilai menjadi modal untuk memastikan aspirasi dan kepentingan Global South mendapat posisi setara dalam menentukan arah tatanan global.

3. Perkuat BRICS dan Tata Kelola Global

Pesan ketiga Prabowo menyoroti kekuatan BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Menurut Presiden, besarnya potensi tersebut perlu diwujudkan melalui kolaborasi konkret yang memberikan manfaat bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Teddy.

Prabowo juga mendorong tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai tetap harus menjadi pusat sistem multilateral dunia, sembari terus diperkuat agar mampu menghadapi perubahan dan tantangan global.

“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” ungkapnya.

“Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa,” pungkas Teddy.

Topik Menarik