Polisi Ungkap Motif Pelaku Keroyok Pedagang Cermin hingga Tewas saat Ricuh di Pejompongan
JAKARTA, iNews.id - Motif tiga pelaku pengeroyokan pedagang cermin Bambang Setiawan hingga tewas di Pejompongan saat demo rusuh perampasan aset terungkap. Polisi menyebut motif pelaku karena tersulut emosi setelah aktivitas mereka mencari nafkah terganggu akibat kerusuhan.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan ketiga pelaku merasa terganggu ketika melintas di sekitar lokasi kejadian. Ketiganya diketahui bekerja sebagai pekerja harian lepas atau serabutan di kawasan tersebut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan terkait motif, para pelaku merasa ada terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas, karena kebetulan para pelaku ini mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara,” ujarnya pada wartawan, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Iman, ketiga pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Namun, polisi belum membeberkan secara detail jenis pekerjaan yang mereka lakukan.
Pengeroyokan terhadap Bambang terjadi ketika ketiganya melintas di lokasi dan situasi sedang diwarnai kerusuhan.
“Kemudian sedang terjadi kerusuhan, mereka ikut serta di dalam kerusuhan itu sendiri. Profil ketiganya merupakan pekerja kasar, serabutan, yang melaksanakan atau mencari nafkah dengan mencari pekerjaan-pekerjaan yang dadakan, ya serabutan,” tuturnya.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29). Polisi menangkap mereka di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan investigasi mendalam menggunakan metode scientific crime investigation. Sebelumnya, polisi menyebarkan sketsa wajah dua orang yang diduga terlibat pengeroyokan kepada publik.
“Dari penyelidikan di dalam penyidikan itu, tentunya (diketahui) para pelaku ini terus mobile dari satu tempat ke tempat yang lain. Dan kami sedang memastikan apakah sidik jari yang ditemukan di TKP dengan orang-orang yang terduga pelaku ini sinkron,” jelasnya.
Polisi kemudian menemukan titik terang setelah mendeteksi keberadaan para terduga pelaku di wilayah Babakan Madang. Penyidik memvalidasi kecocokan sampel sidik jari yang sebelumnya diangkat dari sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk kayu, batu, piring, dan gelas.
“Nah, pada saat kebetulan para terduga pelaku ini sedang berada di wilayah Babakan Madang, di sekitaran Sentul, Bogor, kami memperoleh data tambahan terkait dengan kepastian sinkronisasi sidik jari tersebut. Nah, saat itulah kami melakukan proses penangkapan,” katanya.








