Terungkap! Pangeran MBS Telepon Trump, Minta Bantuan AS Serang Houthi tapi Ditolak

Terungkap! Pangeran MBS Telepon Trump, Minta Bantuan AS Serang Houthi tapi Ditolak

Terkini | inews | Jum'at, 11 September 2026 - 13:54
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), untuk menyerang kelompok Houthi di Yaman.

Portal berita Axios, mengutip beberapa sumber  pejabat AS, melaporkan MBS menelepon Trump dua kali pada Kamis (10/9/2026) untuk mendesak serangan terhadap Houthi.

Namun para pejabat mengatakan, Trump menolak permintaan itu. Mereka menjelaskan, AS tidak memiliki rencana saat untuk ikut campur secara langsung dalam konflik melawan Houthi.

Saudi semakin khawatir dengan konflik di Yaman yang telah meluas ke wilayahnya, terutama kota-kota yang berbatasan dengan Yaman. Otoritas Saudi dalam beberapa hari terakhir mengeluarkan sirine peringatan serangan udara dari arah Yaman di kota-kota perbatasan, seperti Abha.

Selain itu konflik dengan Houthi memicu kekhawatiran baru mengenai potensi pemblokaden Selat Bab Al Mandab yang bisa menghambat ekspor minyak negara itu.

Pejabat Houthi, Khuzam al Assad, pada Kamis kemarin mengatakan kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, kelompoknya telah menguasai Kota Mocha dan seluruh pulau di Laut Merah dari kendali pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Pulau Mocha hanya berjarak sekitar 80 km dari Selat Bab Al Mandab, memicu spekulasi pemblokaden jalur perairan strategis itu semakin dekat. Apalagi, ratusan personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan telah dikirim ke Yaman untuk membantu Houthi jika eskalasi terus meningkat.

Topik Menarik