Cerita Menteri Jerman Kagumi Toleransi Beragama di Indonesia: Kita Bisa Belajar

Cerita Menteri Jerman Kagumi Toleransi Beragama di Indonesia: Kita Bisa Belajar

Terkini | inews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 06:01
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan menyebut Indonesia sebagai model toleransi dan kerukunan beragama yang dapat menjadi pembelajaran bagi negara-negara di dunia, termasuk negaranya. Hal itu disampaikan Reem saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Gereja Katedral Jakarta dan Terowongan Silaturahmi baru-baru ini.

“Ini suatu kehormatan besar bagi saya dan para delegasi kami dari Jerman untuk bisa berada di Tunnel of Tolerance (Terowongan Silaturahmi) antara masjid dan katedral. Ini sangat mengagumkan dan menunjukkan cara Indonesia dan orang Indonesia menjalankan keamanan, persahabatan, dan toleransi antara agama,” ujar Reem, dikutip dari keterangan Kementerian Agama RI, Jumat (21/8/2026).

Menurut Reem, pesan toleransi yang ditunjukkan melalui keberadaan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta semakin penting di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.

“Ini adalah model yang bagus bagi banyak tempat di dunia. Juga bagi kita di Jerman, kita bisa belajar dari itu. Ini suatu kehormatan besar bagi saya,” katanya.

Sementara Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste mengatakan kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia mendapat penghargaan tinggi di Jerman. Karena itu, pihaknya mengajak Menteri Reem melihat langsung praktik kehidupan dan kerja sama antarumat beragama di Indonesia.

“Kami membawa tamu yang sangat penting hari ini, yaitu Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan. Di Jerman, terdapat penghargaan yang tinggi terhadap bagaimana agama-agama dapat hidup berdampingan dan bekerja sama di Indonesia. Itulah yang kami tunjukkan kepada tamu kami," ujar Ralf.

“Kami akan membawa cerita ini pulang ke Jerman tentang betapa baiknya kerja sama antarumat beragama di Indonesia. Saya sangat bersyukur kepada Menteri Agama yang telah memungkinkan hal ini,” lanjutnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mendampingi kunjungan ini berharap hubungan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang menjadi simbol toleransi Indonesia semakin dikenal dunia.

“Saya kira ini adalah sebuah simbol yang perlu diperkenalkan oleh dunia, bahwa dua rumah ibadah itu disatukan oleh sebuah Terowongan Silaturahmi,” kata Menag.

Dia menambahkan, Terowongan Silaturahmi juga menghadirkan berbagai simbol yang menggambarkan kehidupan beragama secara berdampingan. Dari sisi Masjid Istiqlal, pengunjung dapat mendengar suara beduk sebagai salah satu tradisi Islam. Sementara dari sisi Katedral terdapat bunyi lonceng gereja.

Topik Menarik