Konflik Papua Kembali Memanas, Panglima Sebut Penyelesaian Tak Cukup oleh TNI Saja

Konflik Papua Kembali Memanas, Panglima Sebut Penyelesaian Tak Cukup oleh TNI Saja

Terkini | inews | Senin, 21 September 2026 - 02:01
share

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyoroti meningkatnya eskalasi konflik di Papua yang menyebabkan sejumlah warga sipil tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dia mengatakan TNI telah mengerahkan satuan untuk menjalankan operasi keamanan di sejumlah wilayah Papua.

Menurut Agus, kondisi geografis Papua menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keamanan. Wilayah yang luas serta medan pegunungan yang ekstrem membuat pengamanan membutuhkan upaya dan koordinasi yang kuat.

"Ya, kita sudah menggelar satuan-satuan di Papua, memang Papua wilayahnya kan sangat luas ya, ya besar sekali wilayahnya dan wilayah terdiri dari pegunungan-pegunungan yang ekstrem ya," kata Agus di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026).

Agus menilai penanganan persoalan keamanan di Papua tidak dapat hanya mengandalkan TNI. Menurutnya, penyelesaian masalah di wilayah tersebut membutuhkan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan kementerian.

"Menyelesaikan Papua saya rasa tidak hanya oleh TNI, semuanya harus berkolaborasi: pemerintah daerah, kementerian-kementerian, karena di sana juga ya masih samalah di semua wilayah," kata dia.

Dia menambahkan, kolaborasi lintas instansi juga dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur di Papua. Infrastruktur yang memadai dinilai dapat membantu meningkatkan aktivitas dan perekonomian masyarakat.

Karena itu, Agus menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak agar pembangunan dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat Papua.

"Supaya kesejahteraan masyarakat, ekonominya juga lancar, masyarakat bercocok tanam bisa segera dijual kalau jembatannya ada. Kalau nggak kan harus muter berjam-jam. Jadi semuanya harus berkolaborasi antara TNI dengan kementerian-kementerian," katanya.

Sebelumnya, jenazah Aris Sanda (41), sopir angkutan yang menjadi korban penembakan dan pembakaran kendaraan di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, telah dipulangkan ke kampung halamannya di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

Jenazah Aris bersama keluarganya diberangkatkan dari Wamena menuju Sentani pada Jumat (18/9/2026). Setelah tiba di Sentani, jenazah diterbangkan ke Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Toraja.

Sementara itu, aparat masih melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam insiden penembakan dan pembakaran kendaraan tersebut.

Topik Menarik