Mentan Amran Pamer Indonesia Surplus Beras 3,67 Ton, sampai Ekspor ke Malaysia

Mentan Amran Pamer Indonesia Surplus Beras 3,67 Ton, sampai Ekspor ke Malaysia

Terkini | inews | Senin, 17 Agustus 2026 - 13:33
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia mencatat surplus beras sekitar 3,67 juta ton pada 2026. Produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri diperkirakan 31,10 juta ton.

Amran menyampaikan capaian tersebut saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Jakarta, Senin (17/8/2026). Menurutnya, surplus beras menjadi salah satu indikator keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan.

“Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,” ujar Amran.

Menurut Amran, posisi Indonesia dalam produksi beras juga semakin kuat. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai 38,6 juta ton pada 2026/2027.

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN dan berada di peringkat keempat dunia.

Di sisi lain, stok cadangan beras nasional juga berada pada level tinggi. Amran menyebut stok cadangan beras hingga Agustus 2026 mencapai 5,25 juta ton.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan Indonesia kembali membuka pasar ekspor beras. Salah satu negara tujuan ekspor yang telah disiapkan yakni Malaysia dengan pengiriman tahap awal sebanyak 1.000 ton.

Amran menyebut peluang ekspor beras ke Malaysia masih sangat terbuka. Dari pengiriman awal tersebut, volume ekspor berpotensi meningkat hingga 200.000 ton bahkan mencapai 1 juta ton.

"Alhamdulillah, di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus, bahkan ekspor beras ke negara lain," ujarnya.

Selain produksi dan ekspor beras, Amran turut menyoroti peningkatan kesejahteraan petani. Dia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, yang menurutnya merupakan level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

"Capaian yang menggembirakan adalah kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun," ujar Amran.

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari perdagangan. Amran mengatakan nilai ekspor sektor pertanian mencapai sekitar Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun.

Dengan kondisi tersebut, sektor pertanian disebut memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Amran juga menyoroti kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Topik Menarik