Bakom Jamin Tak Ada Konflik Polri, TNI, dan Kejaksaan di Tengah Kasus Febrie Adriansyah
JAKARTA, iNews.id - Badan pengawas Komunikasi (Bakom) pemerintah menegaskan tidak ada konflik antarlembaga penegak hukum di tengah penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Presiden Prabowo Subianto juga disebut terus mendorong soliditas Polri, TNI, dan Kejaksaan tetap terjaga.
Deputi III Bakom Kurnia Ramadhana mengatakan Prabowo mengikuti perkembangan perkara tersebut, termasuk mencermati persepsi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan adanya gesekan antarlembaga negara.
“Ada persepsi, ada peperangan misalnya antar lembaga negara. Maka dari itu Presiden menegaskan bahwa tidak ada permasalahan antarinstansi penegak hukum. Soliditas itu tetap diperlihatkan,” kata Kurnia dalam program Interupsi iNewsTV, Kamis (30/7/2026).
Kurnia menjelaskan soliditas antarlembaga juga ditunjukkan melalui kunjungan Kapolri ke Markas Besar TNI dan Gedung Kejaksaan Agung setelah perkara tersebut menjadi perhatian publik.
“Maka dari itu beberapa hari setelah ramai perkara ini, Kapolri menyambangi Mabes TNI, menyambangi gedung Kejaksaan Agung, dan menegaskan bahwa tidak ada pertikaian antar lembaga negara,” sambungnya.
Dia menegaskan kunjungan Kapolri tersebut bukan atas arahan Presiden.
“Enggak, paling tidak dengan penglihatan Presiden ada persepsi masyarakat seperti itu, tentu Presiden mendorong agar soliditas ini tetap terjaga dan menegaskan tidak ada permasalahan apapun,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kurnia juga menegaskan Prabowo tidak ikut campur dalam penanganan perkara Febrie Adriansyah karena menghormati kewenangan masing-masing cabang kekuasaan.
“Yang ingin saya tegaskan adalah di dalam hukum itu cabang kekuasaannya sudah berbeda, sehingga Presiden memilih untuk tidak campur tangan, satu. Kemudian yang kedua, tidak mau juga campur tangan,” tuturnya.










