Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
WASHINGTON, iNews.id - Serangan drone Iran terhadap fasilitas Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) di Arab Saudi dan Irak mengejutkan Washington. Serangan tersebut disebut memiliki tingkat akurasi tinggi, bahkan membuat intelijen Amerika Serikat (AS) menyelidiki dugaan adanya bantuan Rusia dalam operasi tersebut.
Para analis intelijen AS kini menyelidiki kemungkinan Rusia memberikan informasi penargetan maupun teknologi drone canggih kepada Iran. Dugaan itu muncul setelah efektivitas serangan dinilai jauh lebih presisi dibandingkan kemampuan yang sebelumnya diketahui dimiliki Teheran.
Empat sumber pejabat AS mengatakan kepada Reuters, dikutip Sabtu (25/7/2026), hingga kini komunitas intelijen AS belum mencapai kesimpulan pasti mengenai keterlibatan Rusia dalam serangan terhadap fasilitas CIA di Timur Tengah.
Namun, mereka menilai tingkat ketepatan serangan serta meningkatnya kerja sama teknis Rusia dengan Iran dalam beberapa waktu terakhir menjadi indikasi yang patut didalami.
Beberapa laporan media sebelumnya juga menyebut Rusia diduga membantu Iran dalam penargetan sasaran serta memberikan dukungan lain untuk serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan. Meski demikian, penyelidikan khusus mengenai kemungkinan keterlibatan Rusia dalam serangan ke fasilitas CIA baru kali ini terungkap ke publik.
Pada fase awal konflik yang pecah pada Maret lalu, sedikitnya dua kantor CIA menjadi sasaran serangan drone. Salah satunya adalah stasiun CIA yang berada di kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi. Fasilitas CIA lainnya yang diserang berada di Irak.
Sejumlah sumber juga mengungkapkan beberapa kantor perwakilan CIA lain di kawasan Teluk turut menjadi target serangan, meski tidak memberikan rincian mengenai lokasi maupun tingkat kerusakannya.
Sebuah memo internal badan intelijen Barat bahkan menyimpulkan Rusia kemungkinan memiliki peran dalam membantu proses penargetan fasilitas CIA di kawasan Timur Tengah.
Dua pejabat Barat di kawasan Teluk yang telah menerima pengarahan mengenai laporan intelijen tersebut mengatakan, analis meyakini Iran menggunakan sepasang drone Shahed versi yang telah ditingkatkan dengan teknologi Rusia saat menyerang fasilitas CIA di Arab Saudi.
Serangan itu dinilai menunjukkan tingkat presisi yang tinggi. Drone pertama menghantam bagian luar kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh hingga menciptakan lubang pada bangunan. Tak lama kemudian, drone kedua terbang melewati lubang yang telah terbentuk dan meledak di bagian dalam sasaran. Meski menyebabkan kerusakan, insiden tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.










