Menteri Radikal Israel Serukan Bangun Permukiman Yahudi di Gaza
TEL AVIV, iNews.id - Menteri Permukiman Israel Orit Strock menyerukan pembangunan kembali permukiman Yahudi di Jalur Gaza. Dia mengeklaim, wilayah kantong tersebut adalah bagian dari Tanah Israel.
“Orang Yahudi harus tinggal di Jalur Gaza. Tuntutan untuk membangun kembali permukiman Yahudi adalah tuntutan yang tepat,” kata Strock, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah Israel, KAN, dikutip Selasa (21/7/2026).
Menurut menteri sayap kanan radikal itu, Gaza bagian dari Israel bukan hanya menurut Taurat dan Halakha, tapi juga hukum internasional.
Padahal, hukum internasional menganggap Gaza bagian dari wilayah Palestina yang diduduki. Selain itu permukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki tidak memiliki validitas hukum serta melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.
Pernyataan Strock itu disampaikan sehari setelah para menteri radikal Israel, bersama ribuan Yahudi mengikuti pawai melalui zona militer tertutup menuju perbatasan Gaza. Aksi itu bertujuan untuk menunjukkan dukungan terhadap pembangunan kembali permukiman ilegal di wilayah tersebut.
Para menteri dan politisi ekstremis Yahudi yang ikut serta dalam pawai tersebut, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, serta para politisi Partai Likud. Menurut penyelenggara dari kelompok pendudukan Nachala, 28 menteri dan anggota parlemen dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ikut dalam acara tersebut.
Ben Gvir juga mengunggah video di akun X dengan judul "Gaza Kita."
"Jika mereka mengatakan 3 tahun lalu bahwa kita akan mengendalikan 70 persen Jalur Gaza, tidak seorang pun akan memercayainya. Itulah mengapa saya katakan hari ini akan ada permukiman Yahudi di seluruh Gaza, dan kita akan mendorong perpindahan," tulisnya.
Surat kabar The Times of Israel melaporkan, pawai tersebut diadakan untuk memperingati 21 tahun evakuasi pemukim ilegal Yahudi dari blok Gush Katif di Jalur Gaza oleh militer Israel.
Pasukan Israel pada Agustus 2005 mengevakuasi warga yang tinggal di empat pemukiman ilegal di Tepi Barat utara dan blok Gush Katif di Gaza sebagai bagian dari rencana penarikan sepihak di bawah Perdana Menteri Ariel Sharon yang saat itu berkuasa.










