Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap
TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar mematuhi seluruh isi nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang telah disepakati. Teheran menegaskan siap menghadapi perang jika Washington memilih mengingkari komitmen dalam perjanjian tersebut.
Ketua parlemen Iran yang juga kepala juru runding negosiasi dengan AS, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan kedua negara saat ini masih terlibat dalam dialog. Namun, Iran tidak akan ragu merespons secara militer apabila AS melanggar kesepakatan.
"Kami berdua terlibat dalam dialog, dan jika mereka tidak memenuhi komitmen dalam pembicaraan, kita siap perang," kata Ghalibaf, seperti dikutip dari pernyataan di akun Telegram, Jumat (3/7/2026).
Dia juga melontarkan peringatan keras terkait kemungkinan eskalasi konflik.
"Jika AS menginginkan perang, kami tahu betul bagaimana cara berperang," tulisnya.
Ghalibaf menjelaskan, serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah merupakan respons atas pelanggaran perjanjian damai sekaligus berkaitan dengan lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz.
"Dalam pelanggaran gencatan senjata terbaru, pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait menjadi sasaran," katanya.
Menurut dia, serangan tersebut menunjukkan keseriusan Iran dalam menjalankan MoU yang telah ditandatangani oleh presiden kedua negara.
Lebih lanjut Ghalibaf menegaskan, Selat Hormuz hanya akan dibuka bebas selama 60 hari sebagaimana diatur dalam MoU perdamaian dengan AS. Setelah masa tersebut berakhir, status jalur pelayaran strategis itu akan bergantung pada hasil perundingan lanjutan antara kedua negara.
Iran tidak akan pernah melepaskan haknya atas Selat Hormuz. Menurut dia, jika AS menghalangi ekspor minyak Iran, Teheran siap mengambil langkah balasan dengan menutup jalur pelayaran tersebut.
"Tidak ada yang akan mendapat manfaat dari minyak," katanya.









