Manfaat Asam Folat, Vitamin Penting yang Dapat Bantu Mencegah Cacat Lahir
ASAM folat merupakan salah satu vitamin yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan mendukung tumbuh kembang janin. Vitamin B9 ini dibutuhkan sejak sebelum kehamilan hingga awal masa kehamilan karena berperan dalam pembentukan tabung saraf, yang nantinya berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang bayi.
Asupan asam folat yang cukup telah terbukti membantu mengurangi risiko kelainan tabung saraf pada janin, sehingga menjadi salah satu nutrisi yang sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan maupun yang telah hamil.
1. Asam Folat Sangat Penting
Konsumsi asam folat ternyata sangat penting bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan maupun yang tengah hamil. Pasalnya, suplemen ini berperan besar dalam mencegah cacat lahir serius yang dapat mempengaruhi kualitas hidup bayi seumur hidup.
Dokter Adam Prabata melalui cuitannya di X menjelaskan bahwa informasi mengenai asam folat seharusnya diketahui oleh seluruh calon ibu.
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor, Ortu Calon Siswa Nunggu Sejak Pagi
“Salah satu hal penting yang harus diketahui oleh SEMUA ibu hamil dan wanita yang akan hamil adalah ASAM FOLAT,” tulisnya.
2. Tabung Saraf Janin
Asam folat memiliki peran krusial dalam proses pembentukan dan penutupan tabung saraf pada janin. Struktur tersebut nantinya akan berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang.
Dokter Adam menjelaskan, bahwa proses penutupan tabung saraf berlangsung sangat awal, yakni pada minggu ketiga hingga keempat kehamilan. Bahkan, pada periode tersebut banyak perempuan yang belum menyadari dirinya sedang mengandung.
“Tabung saraf adalah struktur yang akan menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Tabung ini menutup pada minggu ke-3 hingga ke-4 kehamilan, sering kali sebelum seorang wanita sadar bahwa dirinya hamil,” jelasnya.
3. Dampak Kurang Asam Folat
Karena itu, kekurangan asam folat pada masa awal kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya cacat tabung saraf atau neural tube defects. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius pada bayi.
Ada kondisi spina bifida, yaitu kondisi sumsum tulang belakang tidak menutup sempurna yang bisa terjadi pada bayi jika kurang asam folat. Lalu, ada anencephaly, ketika otak tidak terbentuk secara sempurna.
Ada juga kondisi encephalocele, yakni kondisi sebagian jaringan otak menonjol keluar melalui celah pada tulang tengkorak. Menurutnya, kelainan tersebut dapat menyebabkan dampak jangka panjang, mulai dari cacat permanen, kelumpuhan, gangguan belajar, hingga meningkatkan risiko kematian pada bayi.
Namun, ancaman risiko itu dapat ditekan secara signifikan apabila perempuan mengonsumsi asam folat pada waktu yang tepat. Konsumsi asam folat bahkan penting dilakukan saat masih merencanakan kehamilan.
“Suplementasi asam folat yang tepat waktu bisa mencegah hingga 50–70 kasus cacat tabung saraf. Oleh karena itu pemberian asam folat sudah bisa mulai diberikan saat seorang wanita sedang merencanakan kehamilannya,” tulisnya.










