PHK Massal Mengancam, Andi Gani Yakin Pemerintah Bisa Selamatkan Buruh

PHK Massal Mengancam, Andi Gani Yakin Pemerintah Bisa Selamatkan Buruh

Terkini | inews | Jum'at, 26 Juni 2026 - 21:19
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkap potensi ribuan buruh terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK. Namun, dia menyebut pemerintah bergerak cepat mengambil tindakan terkait nasib para buruh.

"Memang konfederasi KSPSI yang saya pimpin, yang paling terdampak besar, 55.000 sudah terancam di depan mata, dan sudah tutup satu perusahaan yaitu PT Granito," kata Andi usai rapat bersama Satgas PHK dan pimpinan DPR di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Dia menceritakan, beberapa hari yang lalu perusahaan mengatakan seluruh pekerja terkena PHK. Sementara itu, rapat tadi juga membahas nasib ribuan buruh yang terancam PHK tersebut.

Andi meyakini, pemerintah bisa menolong di situasi yang dia sebut kritis ini.

"Rapat tadi memutuskan dan mungkin dalam waktu 1 atau 2 hari pemerintah akan segera mengumumkan mengenai gas industri, dan mudah-mudahan dapat menyelamatkan situasi yang sangat kritis," katanya.

Andi pun meminta para pekerja tetap tenang. Dia menegaskan pemerintah berada di pihak buruh serta pengusaha.

"Pada teman-teman buruh yang saat ini sedang menantikan hasil pertemuan ini, saya pastikan pemerintah berada di pihak buruh dan pengusaha, win-win solution," kata dia.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ditunjuk sebagai Ketua Satgas PHK. Prasetyo mengatakan, Satgas Mitigasi PHK melibatkan pemerintah dan juga elemen buruh.

"Kemudian semua bersepakat, memohon kami untuk menjadi Ketua Satgas Mitigasi PHK," ucap Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, penunjukannya sebagai ketua bukan tanpa alasan. Semua pihak, kata dia, menilai bahwa posisinya sebagai Mensesneg dianggap mampu menjembantani semua pemangku kepentingan.

Topik Menarik