Megawati Ajak Masyarakat Tak Takut Bersuara: Ini Adalah Demokrasi
BLITAR, iNews.id - Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri mengajak masyarakat agar tidak takut menyuarakan pendapat terkait keadilan hukum di Indonesia. Dia mengatakan, setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum.
"Ini adalah demokrasi, dan ini bukannya omong kosong. Saya berani bertanggung jawab. Tapi jangan semena-mena," ujar Megawati usai meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Senin (15/6/2026).
Namun, dia mengingatkan, dalam menyampaikan keluhan terkait kebijakan ekonomi, masyarakat dan kader partai harus memahami tata cara serta etika dalam sistem hukum tata negara, terutama karena PDI Perjuangan saat ini berada di luar pemerintahan.
"Saya tahu harga udah pada naik. Tapi saya juga tahu tata cara. Saya tidak ada dalam pemerintahan. Ya saya akan menyampaikan, tapi menyampaikannya ke siapa? Yaitu ke DPR dari fraksi PDI Perjuangan. Gitu lho. Itu apa namanya? Itu tata cara, itu apa namanya? Etika dan moral,” tuturnya.
Kesabaran Trump untuk Iran Mulai Habis, Harga Minyak Diperkirakan Melonjak hingga 10 Persen
Dia pun menyoroti dinamika demokrasi dewasa ini, termasuk aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa seperti yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Alih-alih mempermasalahkan gerakan mahasiswa, Megawati justru menyinggung pengawalan ketat aparat keamanan dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani keberanian mahasiswa dalam bersikap teguh tanpa rasa takut di negara demokrasi.
"Kemarin saya lihat BEM UI itu demo. Wah, kok saya tuh mikir 'ini sopo toh yo?' Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya tuh mikirnya begini... Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk," ucap Megawati.
"Itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak," tuturnya.
Megawati menekankan pentingnya mentalitas merdeka yang harus dimiliki warga negara.
Di tengah kritiknya terhadap kondisi ekonomi, Megawati secara khusus menyampaikan bahwa dirinya bukan musuh Presiden Prabowo Subianto.
Dia pun menunjukkan bukti kedekatan keduanya pada momen peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni lalu, untuk menepis upaya pihak mana pun yang ingin membenturkan mereka.
“Pak Prabowo sama saya bersahabat. Tapi kan harusnya dipisahkan, bersahabat ya bersahabat, tapi berpolitik kita bisa untuk apa? Untuk demokratisasi. Tapi saya bukan musuh dia, itu teman saya," ucapnya.









