Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
NEW DELHI, iNews.id - Ribuan anak muda India yang tergabung dalam "Partai Kecoak Janta" (CJP) turun ke jalan di Kota New Delhi, Sabtu (6/6/2026), mendesak pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan. CJP merupakan plesetan dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.
Bukan organisasi politik, Partai Kecoak merupakan gerakan pemuda yang memprotes kebijakan-kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Modi yang bertentangan dengan hati nurani rakyat, terutama kalangan muda India.
Gerakan sindiran ini lahir kurang dari sebulan lalu setelah Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, menyebut kaum muda pengangguran sebagai “parasit” dan “kecoak”. Pernyataan itu disampaikan saat sidang pengadilan pada Mei. Dia kemudian membela diri dengan menyebut pernyataannya tersebut disalahartikan.
Namun dalam demonstrasi pada Sabtu, mereka mengungkapkan kemarahan terhadap kebocoran soal ujian yang berulang serta krisis lain yang memengaruhi kaum muda di negara itu. Selain mendesak pengunduran diri Pradhan, para demonstran menuntut pertanggungjawaban pemerintahan Modi untuk memastikan ujian masuk perguruan tinggi kedokteran dilakukan dengan adil dan transparan.
Demonstrasi itu digelar menyusul pembatalan ujian masuk fakultas kedokteran, National Eligibility Entrance Test (Undergraduate) atau NEET-UG, pada 12 Mei. Soal ujian telah bocor dan dijual bebas. kopian soal dijual dengan harga antara 500.000 hingga 3 juta rupee.
“Saya benar-benar kehilangan kepercayaan kepada NTA,” kata seorang demonstran, Utkarsh Raj, kepada The Straits Times, dikutip Minggu (7/6/2026).
NTA merupakan organisasi otonom pemerintah yang menyelenggarakan NEET-UG serta ujuan masuk perguruan tinggi lainnya.
“Setidaknya selenggarakan satu ujian secara adil... dan jika (Dharmendra Pradhan) tidak bisa melakukan itu, kenapa (dia) menjadi menteri pendidikan?” ujarnya.
Raj mengikuti NEET-UG pada 2026 dan mendapat nilai cukup baik untuk masuk ke fakultas kedokteran negeri. Namun, kebocoran soal ujian yang berulang membuatnya kecewa.
Kebocoran soal ujian serta maraknya pengangguran dan meningkatnya kesenjangan, menambah keresahan dan kemarahan kalangan kaum muda India.
Menurut laporan State of Working India 2026 oleh Universitas Azim Premji di Bengaluru, hampir 40 persen lulusan berusia 25 ke bawah tahun di India menganggur. Sementara sekitar 20 persen usia 25 hingga 29 tahun belum memiliki pekerjaan.
Sentimen tersebut mendorong berkembangnya gerakan CJP yang luar biasa, dengan lebih dari 22,2 juta pengikut di Instagram sejak didirikan pada 16 Mei. Angka itu lebih banyak daripada akun BJP yang memiliki 9,4 juta follower.
Demonstrasi pada Sabtu merupakan aksi protes terbesar pertama gerakan Partai Kecoak, yang juga menghadirkan pendirinya, Abhijeet Dipke, yang kini berkuliah di AS.










