Iran Masih Pertimbangkan untuk Hadiri Diskusi Damai dengan AS di Pakistan
IDXChannel - Saat ini Iran sedang mempertimbangkan untuk menghadiri pembicaraan damai dengan Amerika Serikat (AS) di Pakistan, kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada hari Senin (20/4/2026).
Hal ini menyusul langkah-langkah Islamabad untuk mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran menjelang berakhirnya gencatan senjata selama dua minggu.
Dilansir dari laman Reuters Selasa (21/4/2026), pejabat setempat menekankan bahwa belum ada keputusan yang dibuat. Bahkan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut oleh AS merupakan hambatan utama untuk melanjutkan proses diplomatik.
Araqchi mengatakan dalam sebuah panggilan telepon bahwa Iran, meskipun telah mempertimbangkan semua aspek masalah namun belum bisa memutuskan bagaimana melanjutkan langkah selanjutnya.
Berjarak 4.000 Km, Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan AS dan Inggris di Diego Garcia
Pada Senin malam, negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menuduh Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan pada Teheran melalui blokade dan pelanggaran gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa Iran menolak negosiasi di bawah ancaman.
Adapun gencatan senjata selama dua minggu dalam konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global (khususnya pasar energi) akan berakhir minggu ini.
Gencatan senjata tersebut tampaknya terancam, setelah AS mengatakan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade dan Teheran bersumpah akan membalas.
Dalam pembicaraan di Islamabad, Trump sangat ingin mencapai kesepakatan sehingga akan membantu menghindari lonjakan harga minyak dan penurunan tajam di pasar saham. Iran pun berharap dapat memanfaatkan kendalinya atas Selat Hormuz, untuk mendapatkan kesepakatan dan mencegah dimulainya kembali perang.
(kunthi fahmar sandy)







