Berjarak 4.000 Km, Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan AS dan Inggris di Diego Garcia

Berjarak 4.000 Km, Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan AS dan Inggris di Diego Garcia

Global | sindonews | Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:25
share

Pulau Diego Garcia, yang menjadi lokasi pangkalan militer gabungan AS dan Inggris, telah menjadi sasaran Iran dengan setidaknya dua rudal balistik jarak menengah. Itu diungkapkan dalam laporan The Wall Street Journal.

Laporan tersebut mengatakan bahwa salah satu rudal gagal di tengah penerbangan sementara yang lainnya dihantam oleh pencegat AS yang ditembakkan dari kapal perang.

Serangan tersebut tidak mengenai pangkalan di Diego Garcia, sebuah pulau kecil di Kepulauan Chagos, kata para pejabat kepada Journal. Satu rudal gagal dalam penerbangan dan sebuah kapal perang AS dilaporkan menembakkan pencegat SM-3 ke rudal kedua. Tidak jelas apakah pencegat yang ditembakkan bertanggung jawab atas kegagalan rudal kedua.

Diego Garcia terletak di selatan khatulistiwa di Samudra Hindia bagian tengah.Kantor berita Reuters mengatakan Gedung Putih dan kedutaan besar Inggris di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai laporan tersebut.

Upaya serangan tersebut terjadi ketika Presiden Trump mengkritik keputusan Inggris yang "terlambat" untuk mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan mereka di wilayah tersebut untuk serangan terhadap Iran.

Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan para menteri bertemu pada hari Jumat untuk membahas langkah Iran untuk memblokir Selat Hormuz, serta penargetan Teheran terhadap kapal komersial tak bersenjata dan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas.

“Mereka mengkonfirmasi bahwa perjanjian bagi AS untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam pertahanan diri kolektif kawasan tersebut mencakup operasi pertahanan AS untuk menurunkan kemampuan dan situs rudal yang digunakan untuk menyerang kapal di Selat Hormuz,” lanjut juru bicara tersebut.

Starmer menunda kesepakatan awal tahun ini untuk menyewakan kembali Kepulauan Chagos kepada Mauritius, sebuah negara kecil dan bekas koloni Inggris. Inggris dan AS telah memimpin operasi militer dari Diego Garcia sejak tahun 70-an, ketika otoritas Inggris secara paksa memindahkan penduduk asli Chagos dari pulau tersebut.Kesepakatan sewa tersebut menuai kritik signifikan dari Trump, yang sebelumnya mengatakan kesepakatan itu akan menjadi "bencana" bagi Inggris.

“Mereka tidak ingin kita menggunakan pulau itu — yang disebut pulau itu — yang karena suatu alasan mereka melepaskan haknya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Jumat, merujuk pada pangkalan Diego Garcia.

Serangan hari Jumat menandai serangan rudal jarak jauh terpanjang dari Teheran sejak perang dimulai tiga minggu lalu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengindikasikan bahwa militer negaranya telah membatasi jangkauan rudal balistiknya hingga 2.000 kilometer. Diego Garcia berjarak sekitar 4.000 kilometer dari Iran.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada hari Jumat sebelumnya, Araghchi mengatakan bahwa "sebagian besar" penduduk Inggris "tidak ingin terlibat dalam perang pilihan Israel-AS terhadap Iran."

“Mengabaikan rakyatnya sendiri, Starmer membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran,” kata Araghchi. “Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri.”

Topik Menarik