Hari Pertama ASN WFH, Polda Metro: Ada Pengurangan Volume yang Signifikan
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya mengklaim jalanan Jakarta lengang di hari pertama work from home (WFH) bagi para aparatur sipil negara (ASN) pada Jumat (10/4/2026). Polisi menyatakan kondisi lalu lintas saat penerapan WFH berbeda dibanding hari-hari sebelumnya.
”Saat ini saya sedang memantau seluruh wilayah Jakarta, memang terlihat hari ini ada perbedaan yang cukup signifikan dilihat dari volume kendaraan masyarakat yang memanfaatkan kebijakan WFH itu terlihat dari pantauan arus lalu lintas,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, Jumat (10/4/2026).
Sejak pagi, polisi mencatat penurunan volume kendaraan yang cukup drastis. Dampaknya, sejumlah titik rawan macet yang biasanya padat kini jauh lebih terkendali.
”Dari pagi tadi, kami pantau memang ada pengurangan volume yang cukup signifikan,” kata eks Kapolres Metro Jakarta Pusat itu.
Kawasan-kawasan sibuk, seperti Jalan Jenderal Sudirman yang biasanya dipadati kendaraan dari berbagai arah, kini terpantau lebih lancar. Hal serupa juga terjadi di ruas Asia Afrika hingga Gerbang Pemuda yang kerap menjadi titik antrean panjang.
”Kemudian bertemu beberapa ruas jalan lain seperti Asia Afrika, Gerbang Pemuda, yang memang biasanya di Layang Ladokgi itu terjadi antrean yang cukup panjang, sampai jam segini, termasuk juga yang akses masuk Jakarta yang dari wilayah barat ke timur, memang terlihat meriah namun tidak sampai terjadi kepadatan,” ujarnya.
Kondisi tak kalah mencolok juga terlihat di Simpang Susun Semanggi. Titik yang selama ini dikenal sebagai simpul kemacetan kini tak lagi dipenuhi antrean kendaraan mengular. Meski begitu, Komarudin menjelaskan bahwa perlambatan arus masih terjadi di beberapa titik tertentu, terutama akibat pertemuan arus lalu lintas dari berbagai arah.
”Saat ini yang kami pantau di beberapa ruas jalan di antaranya yang dari arah barat, Slipi ke arah timur ke Semanggi. Ini tidak lebih disebabkan karena faktor crossing,” tutur dia.
Ia menambahkan, pertemuan jalur busway, akses keluar tol dalam kota, hingga arteri dari Slipi menuju Semanggi memang masih menyebabkan perlambatan. Namun situasinya tetap terkendali dan tidak sampai memicu kemacetan parah.










