Airlangga: Rencana WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat BBM

Airlangga: Rencana WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat BBM

Terkini | idxchannel | Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:34
share

IDXChannel – Pemerintah tengah mematangkan rencana pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor swasta. 

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di tengah ancaman seretnya pasokan minyak mentah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini ditargetkan untuk sektor-sektor yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

"ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi yang tidak, bukan pelayanan publik," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Sabtu (21/3/2026).

Meskipun rencana ini sudah mengemuka, Airlangga menegaskan bahwa implementasi teknisnya masih memerlukan koordinasi mendalam dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pembahasan intensif dijadwalkan akan segera dilakukan begitu masa libur lebaran usai.

"WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan melakukan," tutur Airlangga.

Rencana ini sebelumnya telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Istana pada Kamis (19/3/2026). 

Dalam konsepnya, WFH akan diterapkan selama satu hari dalam lima hari kerja seminggu. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi mobilitas pekerja secara masif sehingga beban subsidi energi dapat ditekan.

"Dengan tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Ini diharapkan tidak hanya untuk ASN, tetapi juga swasta dan Pemda," ujar Airlangga.

Presiden Prabowo menilai efisiensi dari kebijakan ini sangat signifikan, yakni mampu mereduksi penggunaan energi operasional harian hingga 20 persen atau seperlima dari total pengeluaran biasanya.

"Baik karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan," ujar Airlangga. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik