AFPI Harap Pindar Bisa Ikut Salurkan Dana SAL Rp200 Triliun yang Ada di Himbara
IDXChannel - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berharap Himbara bisa menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp200 triliun dari pemerintah kepada industri pinjaman daring (daring). Langkah ini dinilai bisa memperkuat likuiditas perbankan dan mempercepat penyalurannya.
Ketua Bidang Humas AFPI Kuseryansyah mengatakan, jika industri pindar memperoleh dana SAL tersebut dari Himbara, maka dapat dipastikan penyalurannya akan sangat cepat. Hal ini berbeda halnya dengan perbankan yang membutuhkan tahapan atau asesmen penyaluran kredit.
"Nah ini kita juga sebenarnya pengen sekali ya bisa ada komunikasi ke bank-bank pemerintah yang punya dropping dana Rp200 triliun itu juga. Ya (kalau) kebagian Rp10 triliun ya lumayan. Itu pasti menambah likuiditas dan kita salurkannya dengan sangat cepat, dengan prosesnya yang sangat cepat," ujarnya dalam Paparan Riset Industri Pindar di Jakarta, Rabu (4/3/2026) malam.
Bahkan, kata dia, saat ini banyak pelaku pindar yang sudah bekerja sama dengan perbankan. Bahkan, sekitar 70 persen portofolio lender pindar mayoritas sudah diisi oleh perbankan.
"Jadi yang kita salurkan sekarang sebenarnya uang perbankan. Cuma emang ada catatan ya, kebanyakan memang perbankan digital. Belum connect dengan perbankan (Himbara) yang dapat Rp200 triliun itu," kata Kuseryansyah.
"Artinya, perbankan dengan pindar itu sudah nyaman satu sama lain. Tinggal ya kita sih dana Rp200 triliun kemarin kita pengen bisa nyalurin, tapi belum kebagian," katanya.
Maka dari itu, Kuseryansyah berharap bisa berdialog dengan pemerintah terutama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait industri pindar ambil bagian dari penyaluran dana SAL yang ada di Himbara tersebut.
"Tentunya masih bisa sinergi. Setelah ini, mesti audiensi itu dengan Pak Purbaya biar kebagiannya Rp200 triliun. Jadi, bahasanya bukan kita minta, tapi istilahnya, pindar itu jadi feeder untuk bank, feeder nasabah untuk bank," ujarnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Senior Analyst Katadata Insight Center Hanif Gusman menambahkan, pindar berpeluang menjadi saluran distribusi dana SAL tersebut. Sebab, pindar menggunakan innovative credit scoring, sehingga mampu lebih menyalurkan kreditnya lebih fleksibel dibandingkan perbankan.
"Pindar sebagai aplikasi digital itu melampaui batas geografis, di mana sebenarnya kita melihat masih banyak penduduk yang masih kesulitan akses fisik dan keuangan. Dan juga masih ada gap inklusi keuangan antara perkotaan dan perdesaan," ujarnya.
(Dhera Arizona)










