Jerman dan Belgia Tolak Bantu Serang Iran, AS dan Israel Kehilangan Dukungan?

Jerman dan Belgia Tolak Bantu Serang Iran, AS dan Israel Kehilangan Dukungan?

Terkini | okezone | Kamis, 5 Maret 2026 - 08:48
share

JAKARTA – Jerman dan Belgia menolak bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk menyerang Iran. Pernyataan ini disampaikan kedua negara menyusul langkah Spanyol, yang secara tegas melarang penggunaan pangkalan militernya oleh AS untuk menyerang Iran.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, pada Rabu (4/2/2026) mengatakan kepada anggota parlemen di Berlin bahwa Jerman tidak akan ikut serta dalam konflik tersebut.

“Jerman bukan pihak dalam perang ini. Angkatan Bersenjata Jerman tidak akan berpartisipasi dalam perang ini,” kata Pistorius dalam debat parlemen, sebagaimana dilansir TRT. “Jerman akan melakukan segala daya upaya untuk berkontribusi pada de-eskalasi dan menahan penyebaran kekerasan lebih lanjut.”

Meskipun mengakui adanya perdebatan tentang apakah tindakan AS dan Israel sesuai dengan hukum internasional, Pistorius berpendapat bahwa kepemimpinan Iran telah lama melanggar norma internasional dan terus menunjukkan permusuhan terhadap Israel.

 

“Satu hal yang jelas: Serangan Israel-AS ditujukan terhadap rezim yang ingin menghancurkan Israel,” ujarnya, menggambarkan Teheran sebagai rezim represif di dalam negeri dan destabilisasi di luar negeri.

Pada saat yang sama, ia memperingatkan bahwa serangan militer tanpa rencana pascaperang yang kredibel berisiko memperpanjang ketidakstabilan.

“Sejarah mengajarkan kita bahwa memulai perang jauh lebih mudah daripada mengakhirinya,” kata Pistorius. “Kita membutuhkan strategi keluar yang solid, tetapi saya belum melihatnya saat ini.”

Belgia Tidak Mendukung Serangan Terhadap Iran

Sementara itu di Brussels, Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken, menyampaikan pesan yang sama tegasnya dengan mengatakan kepada parlemen bahwa Belgia tidak akan mendukung serangan AS-Israel saat ini.

 

“Kami tidak akan melakukan itu,” kata Francken, membedakan antara potensi bantuan pertahanan kepada mitra regional dan partisipasi dalam serangan yang ia gambarkan sebagai “bertentangan dengan hukum internasional.”

Francken mencatat bahwa Belgia dapat menanggapi permintaan resmi dari negara-negara seperti Yordania atau Uni Emirat Arab berdasarkan hukum internasional, dan bahwa kewajiban Uni Eropa dapat mengharuskan bantuan kepada Siprus yang dikelola Yunani jika diperlukan. Namun, ia menekankan bahwa bergabung dalam serangan terhadap Iran adalah masalah yang terpisah.

Pernyataan tersebut mencerminkan kehati-hatian yang meningkat di Uni Eropa seiring meluasnya konflik setelah serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan rudal serta drone balasan Teheran di seluruh kawasan.

Sebelumnya, Spanyol juga menolak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. Sikap itu ditegaskan Madrid meski Presiden Donald Trump mengancam akan mengakhiri hubungan dagang AS dengan Spanyol.

 

Kedua menteri menegaskan bahwa Eropa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam membentuk masa depan kawasan tersebut — tetapi mengisyaratkan bahwa diplomasi, bukan keterlibatan militer yang lebih dalam, harus menjadi jalan ke depan.

Topik Menarik