Isi Lengkap Perjanjian Kerja Sama OpenAI dengan Departemen Perang Amerika Serikat

Isi Lengkap Perjanjian Kerja Sama OpenAI dengan Departemen Perang Amerika Serikat

Terkini | inews | Minggu, 1 Maret 2026 - 08:24
share

JAKARTA, iNews.id – Perusahaan teknologi AI, OpenAI, mengumumkan secara resmi telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Department of War Amerika Serikat untuk menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI) di lingkungan yang bersifat rahasia (classified environment). 

Pengumuman tersebut disampaikan melalui blog resmi OpenAI dan disertai uraian rinci mengenai batasan hukum, arsitektur teknis, mekanisme pengamanan, hingga klausul kontraktual. Seperti apa isi lengkap perjanjian tersebut?

Perjanjian ini menjadi tonggak penting dalam integrasi teknologi AI generatif ke dalam sistem pertahanan dan keamanan nasional Amerika Serikat.

Latar Belakang dan Posisi OpenAI

Dalam pengantarnya, OpenAI menjelaskan bahwa mereka sejak awal bersikap hati-hati terhadap keterlibatan langsung dalam lingkungan militer rahasia. Perusahaan menyatakan tidak langsung menerima kerja sama tersebut karena merasa sistem keselamatan (safety stack) yang mereka miliki sebelumnya belum cukup siap untuk diterapkan di jaringan yang sepenuhnya bersifat classified.

OpenAI menyebut perlu waktu untuk memastikan bahwa:

- Sistem pengamanan teknis benar-benar tetap aktif.

- Pengawasan penggunaan tidak hilang ketika model digunakan di jaringan tertutup.

- Kontrak hukum memiliki batasan eksplisit dan dapat ditegakkan.

Setelah penguatan pada aspek teknis dan kontraktual, barulah perjanjian ditandatangani.

Ruang Lingkup Penggunaan AI

Dalam kontrak disebutkan bahwa model OpenAI dapat digunakan untuk 'semua tujuan yang sah menurut hukum'. Frasa ini merujuk pada penggunaan yang:

- Sesuai dengan hukum Amerika Serikat yang berlaku saat ini.

- Tunduk pada regulasi pertahanan dan intelijen.

- Tidak melanggar pembatasan etis dan teknis yang disepakati dalam kontrak.

Model tidak diserahkan dalam bentuk sistem bebas tanpa kontrol. Sebaliknya, AI tetap dijalankan melalui infrastruktur cloud yang mempertahankan kendali OpenAI atas sistem keamanan dan moderasi.

Tiga Garis Merah (Red Lines)

OpenAI menegaskan adanya tiga batasan utama yang tidak dapat dilanggar:

1. Larangan Pengawasan Massal Domestik

AI tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal terhadap warga sipil Amerika Serikat. Pemrosesan data intelijen harus tetap tunduk pada konstitusi dan hukum pengawasan yang berlaku.

2. Larangan Pengendalian Senjata Otonom

Model OpenAI tidak boleh digunakan untuk mengarahkan atau mengoperasikan sistem senjata otonom tanpa kontrol manusia yang sah secara hukum. Tidak diperbolehkan penggunaan AI untuk keputusan tembak otomatis atau operasi tempur tanpa keterlibatan manusia.

3. Larangan Keputusan Otomatis Berisiko Tinggi

AI tidak boleh digunakan untuk pengambilan keputusan otomatis yang berdampak besar terhadap hak individu, termasuk sistem penilaian sosial (social credit) atau sistem yang menentukan status hukum seseorang tanpa verifikasi manusia.

OpenAI menyatakan batasan ini lebih eksplisit dan lebih kuat dibandingkan sejumlah perjanjian AI rahasia sebelumnya.

Arsitektur Teknis dan Pengamanan

Salah satu bagian terpenting dalam blog tersebut adalah penjelasan teknis mengenai bagaimana model diterapkan.

Deployment Berbasis Cloud

Model AI tidak diberikan dalam bentuk perangkat lunak yang bisa dijalankan secara lokal atau dilepas tanpa pengawasan. Sistem berjalan melalui infrastruktur cloud yang memungkinkan OpenAI tetap:

- Mengaktifkan sistem moderasi

- Menerapkan filter keamanan

- Memantau penyalahgunaan

- Memperbarui model jika diperlukan

Tidak ada versi model yang diberikan dengan guardrails dimatikan.

Sebagai informasi, seluruh lapisan keselamatan yang biasanya digunakan pada produk komersial tetap diterapkan di lingkungan classified. Ini termasuk pembatasan konten dan mekanisme deteksi penyalahgunaan.

Kemudian, OpenAI menempatkan insinyur dan peneliti yang memiliki security clearance untuk memastikan implementasi sesuai dengan kontrak dan kebijakan internal.

Ketentuan Hukum dalam Kontrak

Dokumen tersebut memuat sejumlah klausul penting, antara lain:

- Penggunaan AI harus mematuhi hukum Amerika Serikat yang berlaku saat ini.

- Setiap penggunaan dalam sistem semiotonom harus melalui pengujian dan verifikasi ketat.

- AI tidak boleh digunakan untuk pemantauan warga Amerika secara tidak terbatas.

- Penggunaan dalam konteks intelijen harus tunduk pada kerangka hukum pengawasan intelijen.

OpenAI juga menegaskan bahwa jika terjadi pelanggaran kontrak, mereka memiliki hak untuk mengakhiri kerja sama.

Pertanyaan dan Klarifikasi yang Dijawab OpenAI

Dalam bagian tanya jawab, OpenAI menjelaskan beberapa isu krusial:

Apakah AI dapat digunakan untuk senjata otonom?

Tidak. Dengan arsitektur cloud dan pengawasan yang tetap aktif, OpenAI menyatakan hal tersebut tidak dimungkinkan dalam kerangka kontrak.

Apakah AI bisa dipakai untuk pengawasan besar-besaran?

Tidak diperbolehkan, baik secara kontraktual maupun hukum yang berlaku.

Apakah model diberikan tanpa pembatasan?

Tidak. Semua guardrails tetap aktif dan berada di bawah kendali OpenAI.

Bagaimana jika hukum berubah?

Kontrak mengacu pada hukum yang berlaku saat ini, namun tetap mengharuskan penggunaan yang selaras dengan standar hukum yang sah.

Alasan Strategis Kerja Sama

OpenAI menyampaikan bahwa mereka menilai Amerika Serikat menghadapi tantangan dari aktor global yang juga mengembangkan dan memanfaatkan AI dalam sistem militer. Dengan menyediakan model yang diklaim memiliki pengamanan kuat, OpenAI menyatakan dapat membantu memastikan penggunaan AI tetap berada dalam kerangka hukum dan etika.

Perusahaan juga menekankan bahwa mereka meminta agar akses ke lingkungan classified tersedia bagi perusahaan AI lain, guna menghindari eksklusivitas.

Dampak dan Signifikansi

Perjanjian ini menandai fase baru dalam hubungan antara industri AI dan sektor pertahanan. Untuk pertama kalinya, OpenAI secara terbuka merinci batasan dan mekanisme pengawasan dalam kerja sama militer bersifat rahasia.

Di satu sisi, kerja sama ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap peran strategis AI generatif. Di sisi lain, hal ini memicu diskusi luas mengenai transparansi, etika, dan tata kelola AI dalam konteks keamanan nasional.

OpenAI menutup pengumumannya dengan menegaskan komitmen untuk menjaga agar teknologi AI digunakan secara bertanggung jawab, tidak melanggar hukum, dan tidak melewati batas etis yang telah ditetapkan.

Topik Menarik