Din Syamsuddin: PBB Harus Tindak Tegas AS-Israel gegara Serang Iran
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015, Din Syamsuddin menegaskan serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran adalah bentuk intervensi dan agresi ke teritorial negara lain dan mengganggu kedaulatan negara. Dia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menindak tegas kedua negara tersebut.
"Serangan tersebut tidak dapat dibenarkan (unjustified), melanggar hukum internasional, dan merupakan bentuk terorisme nyata," kata Din dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Dia menilai konflik tersebut berpotensi menyulut perang regional, bahkan global (perang dunia ketiga), serta memporak-porandakan dunia Islam.
"Negara-Negara anggota OKI saatnya untuk menunjukkan solidaritas terhadap sesama anggota dengan menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan menentang segala bentuk serangan atas kedaulatan negara Islam," tegasnya.
Din mengatakan saatnya bagi pemerintah Indonesia sesuai amanat konstitusi untuk menerapkan politik luar negeri bebas aktif, tidak condong kepada AS dan Israel.
Presiden Prabowo Subianto, kata Din, harus berani menegur Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu agar tidak bermain api mengobarkan perang karena akan tersulut ke muka sendiri. Dia pun menilai Prabowo tidak ke Teheran, tapi balik ke Washington DC.
"Agar Indonesia dan negara-negara anggota OKI mendesak PBB untuk mencegah perang dan menindak tegas pemimpin negara-negara yang selama ini menjadi "biang kerok" (problem maker) perdamaian dunia sejati yaitu Donald Trump dan Netanyahu," jelasnya.
Din juga menilai serangan AS-Israel ke Iran sebagai pendukung setia Palestina menunjukkan secara nyata Board of Peace bikinan Presiden Donald Trump adalah kamuflase agar Israel dapat leluasa menguasai Palestina.
"Terbukti Israel semakin menjajah dan menyerang Palestina dan anggota Board of Peace justru bungkam. Serangan ke Iran adalah bagian dari pelemahan pendukung utama Palestina," tutur dia.










