Menlu Sugiono Desak Komitmen Global Perlucutan Senjata sebagai Pilar Perdamaian Dunia

Menlu Sugiono Desak Komitmen Global Perlucutan Senjata sebagai Pilar Perdamaian Dunia

Terkini | inews | Selasa, 24 Februari 2026 - 11:33
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan pernyataan nasional pada High-Level Segment Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026). Dia menegaskan, pentingnya perlucutan senjata sebagai pilar penting bagi keamanan dan perdamaian dunia.

Sugiono menyampaikan keprihatinan bahwa agenda perlucutan senjata global saat ini tidak hanya stagnan, tetapi mengalami kemunduran. Dia menilai, situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu telah memberi tekanan berat terhadap multilateralisme dan hukum internasional, sehingga meningkatkan risiko eskalasi. 

Dia menyebut, berakhirnya Perjanjian New START yang menyebabkan tidak adanya lagi kerangka pengendalian yang mengikat dua pemilik senjata nuklir terbesar di dunia dipandang melemahkan arsitektur pengendalian senjata global dan memperbesar ketidakpastian strategis.

“Di tengah situasi ini, risiko salah perhitungan semakin meningkat,” ujar Sugiono.

Dalam pidatonya, Sugiono turut menekankan perlunya mengatasi ketidakseimbangan antara kewajiban nonproliferasi dan lambannya kemajuan perlucutan senjata. 

“Perlucutan senjata nuklir justru terkesan opsional, di tengah upaya keras negara-negara non-senjata nuklir melakukan proliferasi,” katanya.

Untuk itu, Sugiono menyerukan urgensi penguatan komitmen politik dan kemajuan substantif agar Konferensi Perlucutan Senjata dapat mengembalikan kredibilitasnya sebagai forum perundingan utama.

“Keamanan sejati dibangun dari rasa saling percaya dan dialog,” ucapnya.

Menutup pidatonya, Sugiono mendorong Konferensi Perlucutan Senjata untuk menampilkan ketahanan dinamis atau dynamic resilience. Konferensi ini harus mampu menjaga integritas dan tujuan utamanya di tengah ketegangan geopolitik.

“Perlucutan senjata bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga keharusan moral demi masa depan dunia yang lebih aman dan damai,” tuturnya.

Konferensi Perlucutan Senjata merupakan satu-satunya forum perundingan multilateral global di bidang perlucutan senjata. Konferensi ini berbasis di Jenewa, dengan 65 negara anggota termasuk lima negara pemilik senjata nuklir.

Beroperasi berdasarkan konsensus dan berada di bawah mandat Majelis Umum PBB, forum ini telah melahirkan sejumlah perjanjian penting seperti Konvensi Senjata Kimia dan Traktat Pelarangan Uji Coba Nuklir.

“Sebagai anggota Konferensi Perlucutan Senjata, Indonesia secara konsisten mendorong perlucutan senjata yang menyeluruh, transparan, dan tidak diskriminatif,” ujarnya.

Topik Menarik