Khawatir Serangan AS, Korsel dan India Desak Warganya Tinggalkan Iran

Khawatir Serangan AS, Korsel dan India Desak Warganya Tinggalkan Iran

Terkini | okezone | Selasa, 24 Februari 2026 - 08:34
share

JAKARTA - Korea Selatan dan India meminta warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran. Permintaan itu di tengah meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran atas kemungkinan serangan militer Amerika Serika (AS). 

1. Desak Tinggalkan Iran

Dalam pemberitahuan keselamatan di situs webnya pada Minggu (22/2/2026), Kedutaan Besar Korea Selatan (Korsel) di Iran memperingatkan keamanan negara tersebut dapat memburuk dengan cepat. 

Kedutaan mendesak warga negara Korsel memantau dengan cermat pemberitaan media dan peringatan kedutaan. Warga juga diminta mengambil tindakan pencegahan tambahan guna memastikan keselamatan mereka.

“Laporan media baru-baru ini telah menyoroti meningkatnya ketegangan regional dengan cepat, dengan menyebutkan kemungkinan serangan AS terhadap Iran dan peringatan pembalasan dari Teheran,” kata kedutaan, melansir TRT, Selasa (24/2/2026).

Kedutaan menyarankan warga Korsel yang saat ini berada di Iran untuk meninggalkan negara itu "sesegera mungkin" kecuali jika keberadaan mereka sangat penting.

Kedutaan Korsel juga meminta mereka yang berencana bepergian ke Iran untuk membatalkan atau menunda perjalanan.

Sementara itu, dalam pernyataan terpisah di X pada Senin, Kedutaan Besar India di Teheran menyarankan warganya untuk meninggalkan Iran dengan cara transportasi apa pun yang tersedia, termasuk penerbangan komersial.

Warga negara India juga diminta untuk menghubungi kedutaan jika membutuhkan bantuan dan membagikan nomor kontak darurat.

 

Kementerian Luar Negeri Serbia juga mendesak warganya untuk meninggalkan Iran “sesegera mungkin” dan menyarankan untuk tidak bepergian, dengan alasan situasi keamanan yang memburuk terkait dengan ketegangan regional, seperti yang dilaporkan Gulf News.

Peringatan ini muncul ketika AS meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah. Gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan jet tempur tambahan telah tiba di wilayah tersebut, sementara USS Gerald R Ford dilaporkan sedang dalam perjalanan.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis lalu menetapkan jangka waktu 10 hingga 15 hari untuk negosiasi dengan Iran guna menghasilkan hasil sebelum opsi militer dipertimbangkan. Ia mengulangi ancaman tersebut pada hari Jumat dan mengatakan bahwa ia juga mempertimbangkan serangan yang lebih terbatas untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan yang “serius”.

Kedua pihak akan mengadakan putaran negosiasi nuklir baru di Jenewa, Swiss, pada Kamis, seperti yang dikonfirmasi menteri luar negeri Oman pada Minggu.

Topik Menarik