Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak

Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak

Terkini | inews | Senin, 9 Februari 2026 - 03:01
share

TEHERAN, iNews.id - Iran memastikan masih ada bom dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di fasilitas nuklirnya yang belum meledak. Militer AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Isfahan, dan Natanz pada 22 Juni 2025.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengungkap fakta tersebut saat berbicara dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Klub Jurnalis Muda Iran, Araghchi bertanya kepada Grossi, apakah ada undang-undang atau protokol khusus yang mengatur kunjungan ke fasilitas nuklir Iran yang menjadi sasaran AS.

Grossi, lanjut Araghchi, menjawab tidak. Araghchi lalu mengusulkan perlunya protokol keamanan yang ditetapkan sebelum inspeksi dilakukan.

"Mengingat masalah keamanan yang ada, termasuk keberadaan bom yang belum meledak dan hal-hal lain yang perlu disepakati," ucap Araghchi.

Dia menegaskan, Iran hanya akan mengizinkan IAEA memeriksa tiga fasilitas nuklirnya jika protokol tersebut disahkan.

“Iran tetap berhubungan dengan badan tersebut dalam hal ini,” tuturnya, seperti dilaporkan kembali Anadolu.

Lebih lanjut Araghchi menegaskan, Iran belum memercayai AS sepenuhnya meski kedua negara sedang tetlibat dalam perundingan nuklir yang baru. Hasil negosiasi kedua pihak juga belum pasti.

Saat serangan AS pada tahun lalu, kedua negara sebenarnya sedang dalam masa perundingan yang dimediasi Oman. Namun setelah beberapa kali pertemuan, AS melancarkan serangan tersebut. 

Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran berlangsung pada hari ke-10 gempuran Israel ke Iran.

Setelah kejadian itu, Iran tak percaya lagi kepada AS karena merasa dikhianati.

Menurut Araghchi, AS telah melakukan berbagai upaya untuk menekan Iran namun gagal. Kini AS kembali ke meja perundingan, namun tidak jelas ke mana pembicaraan akan mengarah.

“Kami tidak memercayai mereka. Ada kemungkinan mereka akan menipu. Semua lembaga di Iran harus terus menjalankan tugas, terlepas dari perkembangan ini,” ujarnya, mengindikasikan potensi terulangnya konflik.

Topik Menarik