Brutal! Kelompok Bersenjata Tembak Mati Hampir 200 Orang di Nigeria, Sebagian Besar Korban Muslim

Brutal! Kelompok Bersenjata Tembak Mati Hampir 200 Orang di Nigeria, Sebagian Besar Korban Muslim

Terkini | inews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 15:32
share

ABUJA, iNews.id - Serangan kelompok bersenjata di Nigeria menewaskan hampir 200 orang. Para pelaku menyerang beberapa desa terpencil di dua negara bagian, Kwara dan Katsina sejak Selasa (3/2/2026).

Anggota DPRD Negara Bagian Kwara Saidu Baba Ahmed mengatakan, di wilayahnya para pelaku menyerang komunitas Woro pada Selasa (3/2/2026), menewaskan sedikitnya 170 orang. Jumlah korban tewas bisa saja bertambah karena petugas keamanan masih menyisir pelosok desa dan wilayah lain.

Dalam serangan terpisah di Negara Bagian Katsina, pelaku membunuh sedikitnya 21 orang. Mereka pindah dari satu rumah ke rumah lain untuk menembak korban.

Lembaga HAM Amnesty International menyatakan lebih dari 170 orang tewas dalam kekerasan di Kwara pekan ini. Di antara korban ditembak dari jarak dekat serta beberapa lainnya dibakar hidup-hidup.

Amnesty juga mengungkap banyak warga yang diculik selama serangan. Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan tahun ini di wilayah yang berbatasan dengan Negara Bagian Niger.

Ahmed mengatakan para pelaku bersenjata mengumpulkan penduduk, mengikat tangan mereka di belakang, lalu mengeksekusi mereka secara singkat. 

Dia juga membagikan foto-foto jenazah yang bergelimpangan di tanah.

Saat serangan penduduk desa lainnya melarikan diri ke semak-semak. Para pelaku juga membakar rumah dan toko.

"Saat berbicara dengan Anda sekarang, saya berada di desa bersama personel militer, memilah jenazah dan menyisir daerah sekitar untuk mencari korban lainnya," kata Ahmed, kepada AFP, Kamis (5/2/2026).

Presiden Nigeria Bola Tinubu mengatakan kelompok militan Boko Haram berada di balik serangan itu. 

Sementara itu anggota DPRD lainnya, Mohammed Omar Bio, mengatakan Lakurawa, kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan ISIS, bertanggung jawab.

Gubernur Negara Bagian Kwara, AbdulRahman AbdulRazaq, mengatakan 75 Muslim setempat dibantai dengan kejam hanya karena menolak menyerah kepada ekstremis yang menyebarkan doktrin aneh.

Polisi dan personel militer telah dimobilisasi ke daerah tersebut untuk operasi pencarian dan penyelamatan, namun menolak memberikan rincian korban.

Topik Menarik